October 13, 2008
mungkin, aku terlalu nyenyak dalam kesendirianku..
tenang dalam sepi, dan mungkin dia kira aku tak mengingatnyah..
dan mungkin saja..
sudah ada teman buatnya untuk melewati malam..
sudah ada teman untuk mengeluh,
saat dia tidak bisa tidur…
dan aku, semakin nikmat dengan sendiri dan sunyi..
apa yang terjadi esok?
biar matahari yang tentukan hari..
be continued…
wind’s notebook, AB3 13 oct ‘08
2134 wib
4 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 16, 2008
Entah, harus aku mulai dari mana..
Kosong.. kosong.. semua kelabu.. saat aku menyendiri, dan mengingat ulang.. seperti halnya memutar balik atau berjalan kembali.. sama saja.. dimana dulu, iya dan tidakku berseteru.. sebelum aku memutuskan, akan berpihak kesiapa.. sebuah keputusan yang.. sulit untuk manusia sepertiku. Sebuah keputusan yang akan mengakhiri cerita panjang, yang selama ini, memang ingin aku akhiri disebuah stepa dengan angin hangat dan wangi forsythia. Dan siapa yang aku temui di stepa itu, aku hanya ingin bersamanya, sampai matahari tengggelam dan aku tak bernafas lagi. Sebuah keputusan yang mungkin akan mengubah semuanya. Oleh karenanya, iya dan tidakku, saling membunuh demi mendengarku mengucap salah satunya. Sebuah sengketa yang panjang dari dua sisi hati dan rasa…
Untuk dia,
Dulu, kau meracuniku dengan iyaku. Disaat aku sudah yakin dengan tidak. Kau, memberiku banyak cahaya yang kau pancarkan ke iyaku..Sampai dimana aku berusaha untuk membunuh sisi tidakku. Mengasingkannya dan menendangnya keluar dari rasaku, dan kau, sangat berperan dan otak dibalik pengusiran tidakku.
Untuk dia, dan demi dia.. akhirnya aku berkata iya..
Dan aku melangkah.. melenggang, dan berdendang dengan iyaku.. gembira sampai nanti waktunya.. dan kau pun terus menabur angan.. bahwa semuanya akan segera nyata.. dan.. begitu banyak waktu untuk menunggu… Sampai disini.. saat semuanya kan menjadi nyata antara dia, aku dan iyaku.. kau berkata padaku.. Bahwa kau menyesal telah mengusir tidakku.. dan kau ingin aku, membawanya kembali..
Ah, aku hanya terduduk..
Tanpa kata, aku tak bisa berkata.. biarkan aku sendiri dulu..
Untuk iyaku, kau kecewa.. pasti dan sangat membunuh. Paling tidak, melemparkannya sampai kedasar. Disaat dia sudah begitu tinggi terbang dan tinggal sebentar lagi..selangkah lagi.. mungkin hanya 4 hari dari sekian lama waktu untuk sampai. Dia hancur.. berkeping. Kehilangan semuanya..dan mungkin.. sudah tidak ada daya untuk hidup. Karena akan sangat sulit unutk menghidupkannya lagi..
Kasihan iyaku..
Dan untuk tidakku?
Dia telah pergi.. setelah sekian lama aku tentang dan aku lebih peduli pada iyaku.. Dia tersisih, terasing.. dan sengaja serta bertahap diusir.. Sampai dia pergi dan aku terus berkhayal dengan iyaku. Lalu mengharapkannya kembali? Apakah aku harus mengiba untuk memintanya pulang? Memohon dia yang telah tersakiti dan terusir untuk kembali?!
Aku malu, malu pada tidakku.. sisi baik yang tertelantarkan.. dulu, saat aku berkata iya, dia berkata sesuatu yang aku takutkan, dan ketakutan itu terbukti, padahal dulu aku menertawakannya dengan angkuh dan sedikit mengejek..
Butuh waktu lama kurasa, dan mungkin 3 kali lipat dari rentang waktu dimana dulu aku berusaha mengusirnya.. Bahkan lebih, karena aku rasa, aku tak mampu.
Aku tak merasa mampu…
Dan untuk dia. Yang telah mempermainkanku dengan segala apa yang telah aku putuskan hingga seperti sekarang ini. Aku sudah melanggar prinsipku demi berkata iya. Dan sekarang, Semua sudah terkuras habis. Tak ada sisa.. Kau, bertahap dan kontinyu telah merenggut semuanya. Rasa yang selama ini susah payah aku pertahankan, habis sudah.. kemaren masih 20 kurasa, tapi kini.. terkuras sampai dibatas terbawah titik nol. yang tersisa hanya status.. itu saja..
tak lebih.
Dan untuk dia, tak usah meminta maaf.. tak ada salah disini yang perlu untuk dimaafkan, hanya aku yang terlalu terbuai dalam angan otak yang tak pernah berfikir.
Aku menyesali keputusanku.. sangat.. seharusnya kau berfikir dulu sebelum memintaku berkata iya.
Dan untuk dia.. aku ingin dia tahu, bahwa untuk memegang tangannya dan mencium keningnya pun, sudah tak ada rasa.. tak ada ingin..
Semuanya mati..
semoga masih ada asa untuk menghidupkannya kembali, dengan menghadirkan tidakku, karena aku tak bisa hidup diantara iya dan tidak.. hanya iya, atau tidak. itu aja..
kini kumulai hari, dengan tidakku..
———————————————————–
Malam ini, 6 hari menjelang 23 di tahun pertama.
9 Comments |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
June 13, 2008
Fiksasi Nitrogen biologis dapat terjadi pada organisme prokariot memerlukan kemampuan genetic untuk memproduksi nitrogenase, suatu sumber bahan organic yang dapat menghasilkan electron dan energi, serta mekanisme untuk melindungi system nitrogenase dari oksigen.
“hum…yayayyayayaya..ngerti”
Gen-gen yang menyandi penambatan nitrogen dan nodulasi pada Rhizobium sp. terdapat pada plasmid besar yang disebut plasmid simbiotik [pSym] dan bukan pada kromosom bakteri. Seperti pada Klebsiella, beberapa gen nif telah dapat diidentifikasi pada Rhizobium beserta dua kelas gen yang lain yaitu gen nod yang terlibat dalam nodulasi dan gen fix yang berperan dalam fiksasi nitrogen. Tidak semua plasmid yang ditemukan pada Rhizobium sama, dan perbedaan utama terdapat pada rangkaian yang terlibat pada tempat inang dan susunan kelompok gen dalam plasmid.
“sip, masuk, sebelah kiri yah, otak kanannya udah penuh!!”
Gen nif, nod, fix. Ingat!! Ingat!!
Gen nif terdapat dalam plasmid pSA30 dan membawa gen structural nitrogenase K, D, H, dan bagian dari nif E. gen hup menentukan proses “Hidrogen uptake”, suatu hasil reaksi yang dikatalisis nitrogenase. Serdangkan gen nod yang berperan dalam pemembentukan nodul terdapat di plasmid pRL6JI.
pSA30?! pRL6JI?! Apa itu?! Nama kue?!
Gen nif K dan gen nif D adalah gen structural untuk kedua komponen nitrogenase polipeptida dan nif H menyandi protein nitrogenase reduktase. Gen nif B dan nif E terlibat pada produksi Mo kofaktor dan nif A adalah gen regulator. Introduksi alel ntr C 283 ke dalam mutan penghapusan nif A dapat mengembalikan kemampuan fiksasi nitrogen 70-80%.
Ada nif Z kaga ya?! Terus buat apa?! Alel itu pacarnya kromosom kan?!
Emaaaaaaaaaakkkk!! Tolooooonnggg!!!!
Gen fik A, fix B, dan fix C menyandi protein yang mengatur sumbangan electron pada nitrogenase, sedangkan fix L serta fix J mempunyai fungsi kontrol aktifator transkripsional yang aktifitasnya ditingkatkan secara dramatis dengan fosforilasi.
Dramatis = sinetron..zzzz.zzzz…zzzzz…
Strain Rhizobium dengan mutasi pada gen nif dan fix dapat menginduksi pembentukan nodul pada inang leguminosa tetapi nodul ini tidak menfiksasi nitrogen. Sedangkan mutasi pada gen nod menyebabkan kehilangan kemampuan untuk membentuk nodul.
Mutasi?! Mutan = kura-kura ninja. Kok sekarang berubah nama jadi nod dan fix?! Terus nif sapa?!
Gen nod D diketahui mempunyai fungsi regulator yang penting, sedangkan gen nod C, L, M, B, F, dan E bertanggung jawab pada pembentukan lopi oligosakarida. Gen nod M adalah sutau glukosamin sintase yang berperan dalam menyediakan sejumlah gula untuk sintesis molekul signal glukosamin oligosakarida.
gen nod C, L, M, B, F, dan E menghamili lopi oligosakarida [serem bener namanya], jadi mereka harus bertanggung jawab.
Emang molekul signal [kek HP] glukosamin oligosakarida pahit yah?! Kok perlu gula?!
Gen exo D mewakili suatu kelas baru dari gen Rhizobium yang diperlukan untuk mengganggu nodul yang berbeda dari nodul gen exo lain. Gen ndv diperlukan untuk memproduksi glukan periplasmik siklik.
Exo D dari kelas baru nakal yah.. kerjaannya ganggu mulu.
Rekayasa genetic telah berhasil mentransfer gen nif dari bakteri penambat nitrogen ke dalam E. coli, sehingga E. coli kemudian mampu menambat nitrogen. Percobaan ini tidak menggunakan gen rhizobium, tetapi menggunakan gen nif dari klibsiella pneumoniae, suatu jeni bakteri tanah yang hidup bebas. Dan fakta menunjukkan bahwa semua gen itu dapat ditransfer kedalam tempat baru [bakteri lain]. Ini memberi harapan di masa mendatang untuk mentransfer gen-gen tersebut ke dalam bakteri yang sekarang menghuni gandum dan padi-padian lain. Yang tidak dapat menambat nitrogen.
Yummi!!! Buat S3 yahud nih!! Sapa tau tar ada bakteri baru yang udah dimodifiksai plasmidnya, jangan heran kalo tar ada bakteri dengan nama Haziran sp.
Hakhakhak!!!!
3 Comments |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
June 6, 2008
Jika kau baca pesanku,
yang terlontar
seurai embun dibukit sunyi
kenapa kau membuang muka?
hanya cerita sepinya hari
ketika kau pergi
bukankah lebih baik kau disini?!
mengganti hilang hari-hari itu.
tapi malah kau bilang
"aku pengen sendiri"
haruskah aku?
bilang "ya sudah, pergilah"
andai kau bisa mengerti sunyiku.
itu saja.
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 2, 2008
Apa yang terjadi dengan otakku?!
apa yang meracuniku?!
kadang.. aku ingin berlari. kesebuah pantai atu tepi sebuah stepa. duduk, hanya duduk. merasakan angin..yang tak kurasa semilir dinginnya disini..
aku lelah, semua ini membunuhku..
kadang juga, inginku merintih.. menyandarkan beban ke pundak seseorang. semua ada, semua aku punya.. teman, mereka yang mengaku sahabat, mereka yang menganggapku bagian hidupnya, dan dia yang menyebutku kekasih..
tapi, kenapa tak ada yang mendengar saat aku menangis?!
oo, dunia yang sepi..
aku linglung di keramaian.. kesepian ditengah hingar..
ketawaku palsu, ceriaku topeng, senyumku bohong..
rokokku masih 3 batang, kopiku masih setengah..
masih aja sepenggal waktu di duniaku.. masih ada sepenggal waktu sebelum mentari benar2 menyakitiku, sebelum hari berubah terik..sebelum aku kenakan topengku..
aku nikmati tiap teguk pahit duniaku.
4 Comments |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
May 27, 2008
berapa kali aku bilang?
"aku sendiri, namun tak sepi"
engkau ada, selalu ada
meski kadang,
aku mencarimu, menunggumu
duniaku berhenti tanpamu
aku tak merasa dan tak bisa
setia
namun semua tertuju padamu
lalu melepas tatapku darimu?!
aku tak bisa berpaling
dan tentang kesepianku
seperti berselimut sunyi disini
namun berapa kali aku bilang?
"aku sendiri disini, tapi tak sepi"
————————————————
Dini hari tadi, 27 May ‘08
01.39 wib
————————————————-
4 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 27, 2008
dalam diam, bernyanyi sepi
kegalauan dipelukan malam
sendirian di pilu, membatu
dan menghitam kelam, dikegelapan
’dimana beranda?
aku rindu angin ladang yang kering
—————————————————————
lab bioteknologi UMM, 27 mei ‘08
11.26 wib
—————————————————————
akhirnya aku menyelesaikannya sajak terakhirnya..
yah.."kegelapan di Malam", baca buku ini nanti..
mohon doa restu.
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
April 18, 2008
Akankah kau terus terbang?!
dan menjilat..
hidupmu hanya 3 hari
—————————————————————
Dluha, April 17th, 2008
07.58
No Comments » |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
April 18, 2008
Kini Penuh warna, kupupuk. tar percuma
dan kau mawarku, teruslah tumbuh untukku
sampai nanti kau berbunga, bermahkota sempurna
*Takkan terpetik, meski kuncupmu menggodaku
Ah, tak mau kehilangan wanginya
jika melewati waktu kau layu
menunduk dan pilu
aku datang,
kubawakan embun yang
terkumpul di wadah hatiku pagi tadi
sesaat sebelum mandi..
*maukah kau tegak?!
menebar wangi rancak.
dan, jika nanti aku pergi
sebelum renta dan tak bertenaga lagi
teruslah hidup, teruslah berbunga, untukku..
*meski engkau kan bermahkota disamping nisanku
mentari kan terus bersinar untukmu
awan kan mengantar hujanmu
kabut yang berikan embun itu
dan biar angin yang mengantar wangimu
*meski aku tak hidup,
tak inginku kau layu, tak inginku kau pilu..
kau harus hidup, tetap hidup..
ditamanku.. taman hatiku.
——————————————————-
sebuah malam, April 9th, 2008.
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
April 15, 2008
Sepertiga hari terlewati, hidupku.. sudah jam 10 lewat.
Tapi apa?!
Aku baru bangun. dan melihat kesibukan dari balik jendela yang baru saja aku buka tirainya.
Ah, Surya sudah terik.
dan Aku?! baru saja bangun..
Kadang, melihat iri orang-orang disana, yang sibuk akan keseharian dan sudah siap dan bangga sebagai manusia di jam 10 ini.
dan Aku?! baru saja bangun..
Kini aku mandi, akan aku lakukan apa yang bisa aku lakukan. tapi, tetap saja aku belum siap di jam 10.
Ah, andai saja aku bangun lebih awal.. tak akan aku siakan sepertiga waktu.
——————————————–
utk 24 tahunku. April 9th, 2008
2 Comments |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
April 8, 2008
Disamping renjana, aku cemburu
Meratap pilu, hati sendu
Meraba kalbu dalam dahagaku
Senja kini, pagi dulu
‘
Di sudut ini terantuk
Setelah sekian lama meliuk
Ganjaran setimpal untuk mata ngantuk
Hilang bentuk, aku remuk
‘
Dan itu, cermin kusam memantul sepi
Bopeng muka disana-sini
Berteriak, pun memaki
Tak berarti, sampai melayu dan mati
‘
Terbelenggu disitu
Tak berdaya dalam rindu
Dan kebahagiaan disetiap mimpiku
Itu semu, semua palsu
‘
Terjebak aku tercekat
Kedinginan di malam pekat
Disamping, ini pisau berkilat
Bunuh diri? Ah, nekat!
————————————————————–
Disebuah Malam, akhir bulan Maret 2008
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
April 8, 2008
Dalam secangkir teh ku teguk
Aroma nisan pura batu
Sesaat kelebat senja merayap
Dalam angkuh dan gemerlap
Dunia..
`
Ilalang itu tak berhenti bergoyang
Terbuai nyinyir angin kematian
Melayukan, menundukkan
Siapa yang tak takluk?
Pada kegelapan dimalam pasti..
`
Kau, dan aku berjalan mendongak
Menatap bintang yang kian bergolak
Memaksa sayap-sayap itu
Menyembul, lalu terbang
Setinggi mana menggapai
`
Oo, Nisan hiasan., hanya lambang
Itu ukiran diguratmu
Selalu bercerita, selalu ada cerita
Namun kau, dan aku
Sudahkah tuli? Buta? Atau keduanya?
`
Dalam secangkir teh aku teguk
Tegukan terakhir aroma nisan pura batu
Kelebat senja kian merayap
Dan aku hanya pergi, tak memahami
Tak pun melihat itu tulisan terpahat.
—————————————————————
Bong Cino, Pendem - Kota Batu. 25 Maret 2008
13.42 WIB
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 31, 2008
"()&(*^*&%^%$#$@#$…"
"…"
*^%gfg)(&ghuhf^$$@#"
"aku benci kamu!!"
*86^^^^%$5342"
"…."
..
"…….%^^&$^%#$3…."
"ya udah, kamu cari aja orang lain yang bisa ngertiin kamu!!"
"…."
"…."
"…."
3 Comments |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
March 21, 2008
Senja Tua
berjelaga
menanti malam
sepi yang mati
kuncup kemuning
pun layu bergerai
turun, bersama bintang penjaga siang
kelopak mata sayu mengatup
sempat menerawang
mengawang, mendung merah kepala bukit
membias panca warna
selaksa kurasa
dan tergurat kenangan pagi
mata sayu meronta
dalam imaji berharap pagi
angan akan hidup, sekali lagi
mata sayu melotot
gurat ikut berjelaga
detik-detik malam lebih cepat
dan sakit akan sesal
lebih dalam, lebih gelap
di malam sepi yang mati
———————————————–
Teleng Ria Beach, March 18th 2008
17.03 wib
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 21, 2008
?Jilat!!
Jilat..
Terus jilat itu bulu
hai, piaraan kecil..
sampai terasa bendul kutu mungil
lalu kau bunuh dengan
gigitan kecil
bulu indahmu
tubuh mulusmu
Jilat!!
Jilat..
Ah, kau hanya pemakan kerupuk
—————————————————–
Pacitan, 15 Maret 2008
09.46 wib
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 8, 2008
Perempuanku, Aku Pilu..
saat mendengarmu berucap rindu.
Sehentak rasa..
Berdetak dada..
Nanti..
Aku datang
kadang Jua menghilang..
Seperti Mentari..
Nanti,
Aku dekat..
Kadang Jua tak Terlihat..
Seperti bayangan Sepi.
Tapi tidak rasa ini..
Kau Samudraku..
Tenang, Lapang, luas, biru..
Tempat Aku berhenti di Penghujung nanti..
Meski..
begitu jauh..
begitu banyak langkah yang kutempuh
untuk menemuimu di suatu hari
dan kau, Perempuanku..
sungguhpun pilu akan rindu
penantianmu tak sia
karena pelukku menggantinya
dan kau, perempuanku..
sungguhpun pilu akan rindu
penantianmu tak sia..
tak pernah akan sia..
—————————————-
Saat Hujan, senja hari 6 Maret 2008
7 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 8, 2008
merapuh
mulai tergoyah
saat cerita segera usai
ketika kaki masih berdiri
disepenggal galah menjelang batas
akhir perjalanan panjang
kenapa?
harus merapuh
saat semburat fajar sebentar lagi
setelah sepanjang malam kegelapan
lalu tertegun dan berhenti
padahal semua bisa diakhiri
disini,
untuk menemukan jawaban atas perjalanan panjang
kenapa akhir selalu menjadi awal?!
karena tak bisa atau tak mau mengakhiri?
lalu kenapa tak menjadi siang dan malam saja?
selalu berganti..
berbatas pagi dan senja.
————————————————–
untuk Hati tololku.
Ketika harus memilih, terus ato kembali dan pergi.
————————————————–
Kenangan setahun lalu, 7 Maret 2008.
16.23 wib
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 8, 2008
Februari 15th, 2008.
sekitar jam 10 pagi
Tentang sebuah percakapan..
…
Kian : aku punya teori buat kamu
Kian : dengerin ya…
Zie : hum? *mencoba serius.
Kian : mobil yang kita tumpangi bisa sampai di tujuan walau gelap gulita
Zie : it’s mean?! * dengerin sambil pasang tampang bego [sebenarnya ga perlu pasang sih, emang udah kayak gitu dari lahir]
Kian : mobil berjalan dengan diterangi lampu
Kian : lampu itu hanya beberapa meter
Kian : bisa menerangi jalan kedepan cuma beberapa meter
Kian : tapi jarak yang mau ditempuh puluhan kilometer
Kian : tapi kita tetep yakin akan sampai
Kian : karna kita tau.. setelah beberapa meter itu
Kian : kita akan maju ke beberapa meter kedepan lagi
Kian : dengan diterangi lampu kita sendiri
Kian : akhirnya,….
Kian : jarak puluhan kilo itu bisa kita tempuh
Kian : kita bisa sampai..
Zie : sedikit, demi sedikit yah?! *masih dengan tampang bego!!
Zie : ya..ya..ya.. *ekspresi mengerti.
Kian : ya… kamu ga perlu khawatirin seluruh perjalananmu, beberapa meter..lalu beberapa meter lagi… sejauh penerangan lampumu…
…
untuk seorang perawan [tash!!] di Surabaya bernama Kian..makasih banget yah 2 jam sebelum istirahat siang itu.
itu, analogi yang bagus..
5 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by reandre
March 6, 2008
Senja, aku tunduk padamu
Jangan terus bebani aku
Denga semua ketidakpastianmu
Aku suka memerahnya mentarimu
Tempat aku berangan akan malam sepi yang mati
Tempat kesunyian kegelapan
jika saat itu tiba,
aku ingin tenang
aku ingin lapang
Senja, aku tunduk padamu
Aku tahu, Aku terlambat bangun
Tapi waktu ku kejar
Memampat siangku untuk mengganti pagi tersia
aku janji,
jadi tolong…
Jangan bebani aku dengan ketidakpastianmu.
—————————————————————-
Perpustakaan Pusat UMM, March 6th, 2008.
10.29.wib
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 4, 2008
Menulis kata tanpa kaca,
menerawang, melewati imagi dan khayal..
tak berarah..
hanya melayang, tersenyum pada hitam yang
mengambang..
selaksa cara menembus maya.
berkisah tentang nyanyian-nyanyian hampa.
berujung biru, luas..
lalu mengharu,
pilu..
dalam dekapan samar, masih melayang
keluar dari bulatan-bulatan hitam.
tempat kurungan dalam kegelapan.
tak bisakah berhenti sejenak untuk mendengar?!
ruang sunyi pun berbunyi..
ah, kau tuli..
—————————————————————-
Dalam kesakitan Otakku, March 4th 2008
03.06 wib
4 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
February 5, 2008
Detik mendelik
Aku berdetik..
kopiku masih, batang asapku masih..
datanglah..
nyamuk-nyamuk binal..
habiskan darahku!
toh kau semua akan mati juga
aku tak semurni kau kira
kenapa matamu berbinar?
ini,
aku buka lenganku
aku buka pahaku
aku buka dadaku
habiskan!!
toh kau akan mati juga
aku tak semerah kau kira
masihkah matamu berbinar?!
—————————————————–
Tuban 13 Januari 2008
22.35 wib
—————————————————–
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
February 4, 2008
Hai Merpati..
Kau lihat batang anggur itu?!
Ah, aku memotongnya.. Maaf kalau berteduhmu tumbang.
Hai Merpati..
Kau marah padaku?!
Ah, aku hanya membuatnya berbunga.. Maaf kalau berteduhmu kurang.
Hai Merpati..
Kau masih disitu?!
Ah, tak inginku mengusirmu.. Maaf kalau berteduhmu tumbang.
Hai Merpati..
Kenapa kau menatapku?!
Ah, kubuatkan pagupon untukmu. maaf kalau berteduhmu kurang.
Hai merpati..
maukah kau tersenyum untukku?!
Ah, aku lupa jagungmu.. Maaf kalo berteduhmu tumbang.
————————————
Tuban, January 6th 2008
16.24 wib
————————————
10 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 28, 2007
Menjelagaku..
berjelaga selalu..
Hitam, Kelam, Berkabut dan sepi..
Yang Tampak, Pun hati..
masih begitu..
layu dan kelu..
ingin berehat..
namun sandaranku jauh dibarat..
Kemana Berlari?!
ah, Tetap Sepi..
Berjelagaku selalu..
Saat ini, Kemaren dan dulu..
4 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 17, 2007
Lalu aku berkata pada samar..
"Pergilah..!!!"
Aku sudah temukan arah..
dan sudah mulai melangkah..
cukup sudah..
cahaya aku ada, teman aku punya..
lalu?
kenapa harus menoleh kebelakang?!
hanya untuk ucapan selamat tinggal?!
buat apa?!
bukankah masa lalu bukan untuk diingat,
ataupun dilupakan..
————————————
Desember 17th, 2007
Toilet Marlboro 18 B, 22.38 WIB
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by reandre
November 1, 2007
Sunyi..sendiri..semua sepi..
ah, ingin berlari..tapi kemana lagi?!
3 Comments |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
October 29, 2007
Masih disitu, kaku dan pilu..
bukan bunga abadi.
Hanya kering namun tetap merah.
Meranum dan masih harum..
sungguh aku tak ingin melihatnya lagi,
memilikinya lagi..
ingin aku menguburnya..
tepat disamping pemiliknya
aku bosan dihantui aku bosan
didatangi aku bosan bermimpi
tentang ingatan indah masa lalu yang tak berarti lagi.
dan sudah saatnya pergi..
lalu tertatap sebuah senyum pada sebuah potret indah
dimana mataku tertuju saat melamun
lalu berbisik padanya
"sayang, bawakan aku bunga terindah dari tamanmu saat kau datang dan memelukku"
Berjanjilah..!
untukku..
————————————
Disebuah Malam, awal Agustus 2007
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
October 24, 2007
Jernih, beriak.. mengalir dan sedikit hidup..
Hanya sedikit.. Baru sedikit.. Masih tercium samar bacin kematian.
tentang seponggoh kayu bersandar ditumpukan jerami. Merintih, sisa bandang musim lalu..
Menatap sepasang Bapak - Anak berjalan di Sabana bersungai.. Melangkah ke Gunung, Kembali Pulang..
Dimana Pelukan Ibu adalah segalanya…
bertumpuk kelabu kapas Langit Berarak..menguji tanah gersang kehausan.. Menutup mentari Tua disenjanya..
yang telah mengantuk dan segera berucap "selamat malam Dunia!!"
Serak angin senja..Mengabur mencipta debu.. saat camar berubah kelelawar..
Kakipun pulang..
semua pulang..
akupun pulang..
Tapi kenapa Dunia bersedih saat ini?!
Awankah?! Anginkah?! Kurasa bukan mentari tua..
Segera, dan semoga ku tahu jawabnya.. saat rambutku basah, dan kakiku kembali bersajadah..
Kutanyakan padaNya..
——————————————-
disebuah sabana, senja sesaat sebelum Fitri 1428 H
16.52 wib..
No Comments » |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
October 23, 2007
Senja, Merintih..
Dalam Dahaga, tertatih..
Surya tua, Menjelaga..
‘tak lagi mempesona..
‘
Gumpalan-gumpalan jingga membisu,
‘tak bergairah dan layu,
Kemana angin?
Biasanya dingin..
‘
Me’-layu-ku pun biru,
sebisu hatiku.
kosong..
kosong!
‘
aku Linglung,
Bingung..
Sebenar kesendirian..
Segelap harapan..
‘
Shasta? atau Aravis?*
Kedua tetap menangis..
Andai Kudaku ‘tak kubiarkan berlari..
ah, tetap kubawa sendiri bebanku menuju pagi..
———————————————————-
Didekat Teratai disebuah Rumah sakit, Oct 9th 2007
05.12 wib
* 2 Tokoh di The Cronicals Of Narnia dalam seri #4 The Horse and His boy
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 30, 2007
Alunan pilu
suara sendu dalam rasa beku
terbalut samar..
sepi ditengah bingar
genderang hati lama tertabuh
namun kelu bibir tetap mengaduh
kemana lagi beranjak
jika sayap tak mengepak..
seuntai pipih aliran angin
setara dua tangan menjulur dingin
pada awan berlari
pada embun setetes pagi
berlari
berlari
berteriak
berteriak
jelaga tak kunjung reda
samar masih berbalik kaca
tetap saja hilang sadar
tetap sendiri di hingar
masih mengalun pilu
suara sendu hati beku
mendebu setelah melebur
meredam badan hancur
—————————————————
petang, Agustus 30, 2007
17.46
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 20, 2007
jangan! kau katakan lagi rayu itu
ku tak mau
pergilah.. enyahlah.. dari pikiranku
tak usah menggodaku lagi
wahai bulan di gelap malam
kau tahu?
aku punya mentari
meski kau tawarkan semua bintang
meski kau satukan semua bintang
cahaya mentariku lebih lembut, lebih berwarna dan tak berkelip
sudahlah..
jangan.. kau katakan lagi rayu itu
ku tak mau
pergilah.. enyahlah.. dari sisi gelap keinginanku
tak usah kembali lagi
wahai bulan di gelap malam
kau tahu?
mentariku tetap, meski hanya saat siang..
dan kau, selalu berubah setiap malam
dan kau, kadang tak tampak setiap malam
cahayamu memang teduh, tapi tak hangat..
sudahlah
biarkan aku sendiri dalam kerinduanku
dan menunggu.. mentariku datang pagi nanti
sebentar lagi..
dan aku akan menikmati setiap detik siang bersamanya..
dan aku akan menghargai setiap detik siang bersamanya..
karena dia memang akan datang..
pagi nanti..
sudahlah.. jangan kau katakan lagi rayu itu..
—————————————————–
marlboro 18 B, August 19th, 2007
20.47
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 15, 2007
cerita berlalu, rasa semu, ku tak mau
berkerak lalu hitam memagut kelu
cermin kusam memantul warna, seperti kelabu
"apa pikiranku?"
gerbang menujumu terbuka
dengan kunci, kudapat dari pelukan dibukit sunyi
temaram kabut, dingin memagut
mencipta rasa antara kau, dan ini aku
kenapa tak kesana saja?
memeluk aroma melati.. selalu mewangi
dan senja berbisik "cumbu rindunya!"
sampai nanti, pagi menjari..
rasaku satu, menujumu seribu
kenapa masih memilih hari?
waktu berlalu..Tunggu!!
aku pergi..
menujumu…
———————————————————
ditepian hutan pulau seberang, August 13, 2007
15.53
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 8, 2007
keep breathing..
cause I’m not leaving you anymore..
believe it..
[Nickelback - Far away]
———————————————————————
kadang ombak membesar tiba-tiba..
kadang angin menghentak tiba-tiba..
saat samudra begitu biru
dan angin mengharu..
langit tak selamanya biru..
angin tak selamanya bisu..
saat rasa berkecamuk..
dalam tubuh yang pernah remuk.
waktu berputar..
cahaya redup, lalu kembali berpendar..
dan kini..
pelangi berwarna lagi..
meski sulit..
dan kadang rumit..
tetap disana..
selalu tertawa..
jangan berdiri..
tak perlu berlari..
aku akan datang..
melenggang.. tapi tidak sekarang..
biar aku disini dulu
jauh di hulu..
meski sendiri
dan kadang merasa sepi..
…
finished!
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
July 26, 2007
terhening dalam rasa
berhenti berputar..
menghampa sebentar
angin berlalu
bisu
dalam kesepian malam tak bernyawa
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 25, 2007
Malam..
Dia terlelap..
Terpeluk Kesendirianmu.
tak menggelap, karena bintang bersamanya..
selalu bersamanya..
dan kepada angin kutitipkan dendang rasa hati..
menujumu.. Perempuanku..
Malam..
kembang itu masih terlelap..
Terkulai, namun tak layu karena embun menjaganya..
selalu menjaganya..
Sampai mentari mekarkan mahkotanya..
dan segera mewangi pagi nanti..
————————————-
4 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by reandre
June 18, 2007
peri biru, peri bisu
melayang terbang
berpendar
refleksi impian jiwa-jiwa beku
jiwa-jiwa kaku
,
berderit jika angin mengalun
bak rumpun
lurus, liat, kuat
namun hanya kumpulan ikat
terkulai dalam sendiri
lemah tak bernyali
,
kemana ilalang?
bernyanyi bergoyang
tentang senandung angin buritan
selalu angin buritan
,
peri biru
jiwa beku
berdendang riak buritan
‘kan tertinggalkan
——————————————————–
Disebuah perjalanan, 8 Juni 2007
18.13 WIB
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 16, 2007
roda tua
berputar di lorong kota
juga tua
kenapa tak di buka saja
itu tutup mata si kuda
lepaskan kekangnya
biarkan bebas mengayun langkahnya
menapaki dunia
memilih sendiri jalannya
toh tinggal mencambuknya jika salah memilih jalan kembali kekandangnya
———————————————————————–
Antara Sultan Agung - Taman Siswa, YK. 10 Juni 2007
15.37 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 16, 2007
Dia..
Terduduk tersimpuh
Dibawah temaram lampu pojok
Redup
Seperti Jiwanya
Seperti matanya
Buram
Menatap kosong
Semua samar?
Tidak!!
Semua terlintas
Jelas
Namun tetap kosong
Seperti jiwanya
Seperti hatinya
Hampa
Angin tak bergerak
Awan tak berarak
Diam
Semua membisu?
Tidak!
Hanya kaku
Tak beranjak
Seperti Jiwanya
Seperti langkahnya
Lelah
Makanya tersimpuh
Ditemani lampu pojok
Meredup
Semakin redup
Menunggu gelap
Samar
Hitam
Lalu diam
Tak bergerak
Lagi
————————————————————-
Teras Rumahku, 15 Juni 2007
20.23 WIB
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 4, 2007
berlalu
menembus waktu
tak bebas
hinggap dan ikut bernafas
seperti lalu
tak tentu
diri datang
diri hilang
kenapa tak pergi?
biasanya sendiri
berlari ke puncak
berteriak!!
disini bisa menari
meski sendiri
dengan serak
kerongkong berkerak
selalu berkata pada tembok tuli dan batu
tentang bebasnya elang dibiru
daripada biri dalam kawanan biri
tak pernah menang dalam sendiri
——————————————-
June 4th,2007
09.34 WIB
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 30, 2007
cinta adalah sepi..
cinta adalah mati..
sepenggal tapak panjang kehidupan..
bukan semuanya..
mari pergi..
mari mati..
cerita tak lalu biarlah sepi..
biarlah sendiri..
kemurung jingga
menjelaga lalu hitam..
bergerak, berarak.. memenuhi langit hati..
semakin hitam dan kelam..
dan kemana cahaya?!
berpendar..
berpendar..
namun luruh runtuh..
masih berfikir tentang cinta?!
matilah dengannya..
———————————-
Belum diedit.. :P“
———————————–
JetisNet PC 28, May 30th 2007.
02.33 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 27, 2007
semua berjelaga.. semua semakin samar.. lalu menghitam..
tampak begitu nyata didepan mataku.. aku telah berdiri diatas pemisahnya..
kegelapan itu.. tak memberiku ruang.. ingin pergi namun pesonanya semakin menarikku dan memaksa aku untuk melangkahkan kaki kedalamnya.. kenapa semuanya terjadi saat aku hampir saja mencapai batas akhir?!
ujian terakhir?!
mungkin..namun aku buta disana.. kegelapan itu..hanya ada setitik cahaya diujungnya.. dan itu dirimu..
celah dalam dirimu..
namun semuanya gelap dan aku tak bisa melihat jalan.. apakah aku harus terbang?! ataukah melayang?! sedangkan panduan tak pernah ataukah belum terpancar?!
aku tak tuli.. namun semua sunyi..
kalaupun aku yakin bisa melayang di kegelapan, sudah kudapatkan celah itu.. namun tak terfikir olehku..kalau kegelapan ini akan datang..
dulu, aku hanya berfikir.. jalanan masih terang dan aku bisa sampai padamu..hanya dengan berjalan..ditemani bunga-bunga dan tawa cemara.
apakah aku harus kembali..dan mengambil sayap itu?!
ataukah menyerah sekarang..
hanya karena gelap yang menghalangi langkah-langkah terakhir ini?!
tahukah?!
gelap adalah temanku, adalah sahabatku, adalah saudaraku..selalu bersamaku dalam kesepian dan keheningannya..aku tak bisa meninggalkannya meski saat ini banyak pedang tersedia untuk bertarung dengannya..
dan aku tak yakin bisa melaluinya meski dengan sayap rajawali terkuat sekalipun untuk bisa menggapaimu..
aku tak bisa…
maafkan aku yang telah membuatmu menunggu..matikan cahaya itu..aku tak ingin melihat, dan merasakannya lagi..
benarkah aku menyerah?!
—————————————————————————
Tadi.. di Kamarku. May 27th, 2007.
21.04 WIB
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 1, 2007
Kesana..
yah, kesana..
bukan! belok kiri sebelum bunga matahari..
lalu temukan seuntai benang merah..
dari sisi-sisi jalan kenari yang berbelok.
terus awasi..
karena kenari tak mau terus diikuti.
bagus..
terus..
lanjutkan..
Dan aku akan menunggumu diujungnya..
apa lagi yang kau pikirkan?!
bukankah itu lebih baik daripada kau hanya terdiam menunggu pagi?!
hanya untuk seberkas cahaya?!
hey, ramalan cuaca tak selamanya benar..
bukankah mendung nyata dan dia datang tiba-tiba?!
lalu kenapa kau masih berkutat dengan mentari itu?!
sudahlah..
kadang, dan hampir selalu..
mentari memang terlalu indah untu ditunggu..
tapi perjalanan terus berlanjutkan?!
————————————————
Plankplunk internet&cafe, PC 04. May firstday 2007.
23.33 WIB
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
April 27, 2007
Malam..
bersamamu dalam kesepian itu.. Mengais cahaya dari sisa rembulan yang tak pernah setia. Kadang pergi.. Kadang ada dan sangat mempesona.. Dimana malam ini?!
Lalu jelaga meredup, mengalah pada cahaya bintang yang melaksa. Bersamaku memandang sinis pada awan yang, membawa airmata langit untuk jiwa-jiwa gersang, jiwa-jiwa sunyi, gelap dan kelam..
Dan aku terduduk terbuai sentiran wangi melati dari kelopak yang mekar ditaman itu sore tadi. masih tertunduk layu memandang goresan rasa yang terpahat dihati. menyelesaikan nada-nada terakhir dari lagu yang tengah kudendangkan. Lagu hitam akan hujan yang tak bersahabat.
Dan disiniku..
masih bersamamu malam… dengan kesepian itu. menangis dalam pelamunan akan fajar yang bergerak turun.
masih
Berdiriku di bagian bumi yang tinggi, namun tak begitu tinggi untuk merengkuh bintang yang terus berkelip. dan masih tentang jelaga yang tersusun kembali.. beruntai lembut berbentuk tirai, berarak, bergerak dan berkumpul diujung sana.. lalu menghitam.
semakin keras kudendangkan, lagu hitam akan hujan yang masih tak bersahabat..
lalu, laksa bintang tenggelam dalam kehampaan.. memindai maya dari gelap yang tak jua usai. kemana cahaya itu terpendar? dimana memudar?!
aku pun kembali terduduk. masih ditempat tertinggi dari sang bumi. menatap kosong desiran angin. yang iba melihatku melewatkan satu kesempatan..menengadahku dan berteriak.. Bukan!! bukan memanggil kedamain seperti dulu.. hanya memaki kumpulan jelaga hitam sang awan..
dan disiniku..
bersamamu malam.. masih terduduk dan menunggu.. dibagian tinggi dari sang bumi, dan aku berharap cukup tinggi untuk menggapai bintang berkelip dibalik awan berjelaga itu. masih tertunduk dan mendendangkan lagu hitam akan hujan yang mulai bersahabat. sampai jelaga kegelapan tak mampu memaksaku berhenti dan menunggu di perjalanan ini..
———————————
mount of Pandoras, April 26th, 2007.
03.42 WIB
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
April 5, 2007
Dan bintang pun enggan berkelip,
bersembunyi dibalik kelabu lalu menutup mata dan telinga, keluh ini tak memantul. menerobos ruang tak bertepi.. dan tak pernah lagi terdengar gema yang kuharapkan sebagai jawaban atas teriakanku semalam..
mencoba menanti rembulan yang tak mungkin ada malam ini.. karena berada disisi lain dunia dan memberi tawa disana.. terlalu sibuk untuk mendengar jeritan hati satu pendambanya..
lalu aku mencoba menutup mata.. melewati malam dan ingin segera pagi.. menyapa ramah mentari dan semoga dia mau tersenyum untukku..
dan tak sabar ku menunggu pagi dengan sejuta harapan. mungkin tak sekedar harapan..
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
March 22, 2007
Terasa waktu semakin sempit buatku. Aku melihat orang lain berjalan dan aku hanya duduk mengamati. Menatap kosong pada angan disana, yang hanya aku dapatkan bila aku berjalan mendekat.
namun sekarang.. Hanya terdiam terpaku dan biarkan mentari tuakan ku. Hanya semangat yang ada tanpa keinginan memulai, mencari jalan untuk menemukan arah ke penghujung waktu.
Menunggu daun terakhir jatuh pohon tempat aku bernaung dan bersandar?!
Bukankah angin akan mengantarkan padaku saat daun itu tergerai nanti?!
lalu sang pohon berkata.. kata-kata bijak seorang Bunda dimana aku menjadi parasit di akarnya..
" Sampai kapan kau disini?! menunggu? aku sudah tak sabar melihat kembali dengan seember air sejuk untuk minumku. Aku telah kering, aku telah layu, dan daun-daunku menguning.
jangan terus menjadi bebanku. karena badai terus berusaha merobohkan aku. Bukankah kau tak ingin melihatku kering dan mati?
Pergi, pergi ke arah mentari.. dan temukan hujan disana. bawakan padaku seember airnya untuk akarku. hanya seember..
Akan sangat berarti untuk pohon tua yang menguning. Pergilah.. cari duniamu selagi daunku masih menaungimu. dan memberimu, masih memberimu teduh saat kau merasa terik. masih memberimu kesegaran jikalau kau kembali dari pencarianmu…"
lalu aku menatapnya.. dibalik teduh bayangan daun-daun terakhirnya. lalu aku menuju ngarai.. Berteriak tanpa tahu kenapa aku melakukannya..
Yah.. hanya ingin berteriak.. mencoba memahami jalan setapak disana. jalan pergi.. Dan jalan kembaliku nanti..
——————————
Disaat aku mencoba mendekat ke mentari..
pagi itu.. March 22, 2007
06.32 WIB
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
February 12, 2007
Malam..
Bila tiba waktuku. Untuk sejenak berhenti akan kelelahan ini. Biarlah Raga ini terbaring dibahumu. Dan bawa jiwaku terbang ketaman bintang. Bila mata ini telah terpejam. Lingkarkan tanganmu, peluk aku dan biarkan hatiku melihat sisi lain dari gemerlap bintang-bintang. Lalu satukan cahayanya untuk pelitaku. Jangan..!!! Aku tak ingin Rembulan, hanya satukan cahaya bintang-bintang untukku. Sampai dibatas mana Mentari merekah. Esok sebentar lagi…
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
February 7, 2007
Tersibak tirai, menatap warna serupa mentari. Saat lembayung memerah disela putih menebal dan samar.
Kenapa hanya Awan?
Menutup separuh biru disisi lain untuk hanya untuk lengkungan pelangi maya. Terbias dari rintik tangisan kegelapan.
Lalu tertampak sehelai daun tua diranting kering pohon lapuk. PAda sebuah lorong rimbun jalanan berlumut. "Kenapa tak menjadi muda saja, yang selalu kokoh dihempas hujan dan angin."
dan si daun muda berteriak " "Aku ingin cepat menua dan mati, menguning dan kering merayapiku, lalu jatuh terhempas dan segera hilang tak tersisa."
Disudut persimpangan, katak coklat pincang sedang berhenti akan perjalanan panjangnya.. tertegun mendengar jeritan daun dibalik gemerisik angin.. lalu menatap keinginan asing penuh kehampaan dari bibir yang hanya bisa meratap. dan dia bergumam..
… kau lihat aku?, aku telah berhasil melepaskan diri dari lilitan Sanca besar di bukit sana, dan meninggalkan sebelah kakiku untuk dimakannya.. keinginan hidupku membawaku dan mengalahkan sakit dan penderitaan akan kepincangan ini,. Lalu aku pergi, meninggalkan bukit berawa indah dibelakangku, karena aku tak akan pernah mampu bertahan disana. Sanca itu terus kelaparan karena hanya ada katak coklat sepertiku bersamanya…
… Tidakkah kau lihat, sekian waktu aku berjalan dalam kepincangan ini, dengan harapan danau biru di utara. yang tanpa sabar inginku berenang dalam damai beningnya…
semua daun berhenti bernyanyi, dan serentak berkata.. " meski kau pincang, kau masih sanggup berjalan ditakdirmu. Tapi kami?! Cengkeraman ranting-ranting itu memenjarakan kami, sampai kami mati dan jatuh ketanah. hanya badai yang mampu menerbangkan kami jauh.. sangat jauh.. lalu kami selalu bernyanyi saat angin datang, karena itu harapan satu-satunya. Setelahnya.. kami hanyalah peratap dan pengandai."
laul semua terdiam.. semakin membisu..
lalu anginpun bertiup, menerobos rimbun jalanan berlumut.. menuju danau bening di utara.. semakin keras.. semakin menerjang.. menghempas.. membawa serta awan dan pelangi mayanya..
————————————————————————-
Marlboro 18. Feb 7th, 2007.
14.52 WIB.
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
January 29, 2007
Tentang mawar itu, Ve…
Aku tak bisa terus membawanya untuk tamanmu. Yang, sungguh telah kau bangun dan siapkan sekian lama untukku.
Tentang mawar itu, Ve…
Aku tak kehilangan atau kehabisan benihnya. Semuanya tak terbatas dan aku sanggup membawanya untukmu, untuk taman mawarmu, sebanyak yang kau mau.
Tentang Taman mawar itu, Ve..
Begitu luas, selapang hatimu. Yang, sungguh tak pernah ada benci dan emosi. Dan taman itu terus mewangi, semakin semarak dengan mawar yang selalu kau jaga, dan kau rawat dengan sangat. Tak akan pernah kau biarkan sebatangpun layu..
Tentang mawar itu, Ve..
Kenapa kau selalu berfikir, seakan aku tak pernah berhenti menanam tunasnya?
Dan aku memang tak ingin berhenti. Sungguh, tak ingin kulihat hamparan mawar itu berhenti meluas. Bukankah semuanya tertuju akan taman itu?
Tentang mawar itu, Ve..
Semakin luas tamanmu itu, semakin besar keresahanku, dan diriku semakin kerdil. Untuk bisa larut dalam bahagiamu.. untuk bisa bersama berlari dipadang mawarmu.
Aku tak sanggup.. tak merasa pantas.
Tentang taman mawar itu, Ve…
Maafkan aku yang tak bisa menikmatinya bersamamu, menatap senja dan menanti pagi. Dihamparan warna-warni mewangi dan abadi. Banyak hal dalam diriku yang mengatakan.. “Sudahlah, sampai kapan harapan itu kau tiupkan padanya?” dan memang.. hanya harapan. Sebuah harapan baur yang terbias dari sisi warna pelangi.
Maafkan aku Ve, tentang mawar itu..
Aku ingin melihatmu menari disana. Bahagia dan menyusurinya dengan seseorang yang sanggup membuat taman itu semakin hidup dan semakin luas.. dan itu bukan aku, Ve…
——————————————————–
Dedicated to Ve
——————————————————–
Disebuah perjalanan pulang, January 29, 2007.
10.44 WIB.
3 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
January 28, 2007
Dec 11, 2004. 11.13 WIB
Sehening malam tanpa bintang
saat terlihat jalan didepanku
terbelah
dan aku tertegun.. merenung..
Akankah harusku memilih
lagi, seperti dulu..
seperti persimpangan-persimpangan terdahulu..
Dec 12, 2004. 01.32 WIB
Kenapa harusku memilih?
lalu, akankah ku biarkan?
lalu diam, seakan tak lalui apa-apa..
dan terabas jalan tengah tanpa panduan dan arah
biarkan semak dan duri lukaiku
seperti persimpangan-persimpangan terdahulu..
Dec 12, 2004. 05.05 WIB
Tidak!!
mungkin ini persimpangan terakhirku
dimana kekerdilanku akan kuasa waktu
dipertaruhkan..
… lalu,
cobaku merenung
bersama beranjak mentari mendaki langit..
yang seakan membakar mataku
saat menoleh kebelakang
kepersimpangan-persimpangan terdahulu
Dec 14, 2004. 17.47 WIB
satu jalan,
kembali kebagian masa lalu
tentang perjalanan yang menyakitkan
masih teringat, dan sangat hapal setiap inci jalan itu
indah, namun berakhir dengan dendam dan airmata
kini, jalan itu.. lebih indah
dan janjikan sedikit bahagia
seakan mengulang cerita dengan episode baru
——–
jalan satunya..
menuju dunia baru yang samar..
tertutup kabut yang terbias dengan warna pelangi
sejenak mirip fatamorgana
dan aku tak tahu ada apa dibalik dinding kokoh itu
seakan memaksaku membuka gerbang itu dengan cinta
yang seakan hilang dimasa lalu
Dec 14, 2004. 23.52 WIB
Jujur,
inginku buka gerbang itu
dengan cinta yang mungkin masih sedikit kuingat bagaimana rasanya
tanpa peduli apapun dibalik pintu itu
aku hanya tahu, itu masa baruku..
dimana kutanggalkan semuanya..
dan hanya hati dan sedikit cinta yang aku bawa
Dec 15, 2004. 07.12 WIB
disisi lain,
tak bisaku menipu diri
tenatng masa lalu
hanya mencoba menghibur diri dan berkata "itu hanya masa lalu"
yang sangat ingin aku lupakan
tapi,
tak bisaku paksa mataku
‘tuk berpaling darinya
dan membentak hatiku ‘tuk tidak merasakannya
dan aku..
dengan semua yang ada diraga ini..
hanya diam..
Dec 16, 2004. 00.39 WIB
haruskahku memilih?
masih terdiam tentang percabangan itu..
asaku ingin pergi, namun hatiku memaksa kembali..
kemasa lalu..
akanku ku buka gerbang samar itu..
yang telah kujanjikan dengan cinta..
ataukah..
kembaliku kemasa lalu dengan hati tanpa cinta?!
Dec 16, 2004. 04.18 WIB
masih merenung.. menatap bintang penguasa malam selatan..
Oh.. bintang terang di ufuk selatan
katakan pada pemilikmu..
yang mungkin telah melupakan aku
yang tak pernah lagi hadir dimimpi-mimpiku
yang sudah tak kuingat lagi senyum penguat hati itu
bantu seluruh diri dan jiwa untuk memilih..
dan mengakhiri semuanya..
——————————–
Mei 5, 2005. 22.37 WIB
tentang jalan kembali yang aku pilih..
ke masa laluku..
tentang sebuah perkataan..
" bukankah lebih indah kalau kita melewati jalan yang sudah kita hafal? dan kita jadi tahu dimana Zona rawannya? dan kenangan serta pengalaman saat masa lalu, akan menjadi pelajaran untuk memperbaiki jalan itu?"
dan aku memilih masa lalu
tapi masihku rasa sakit yang sama..
jalan itu tetap sama, hanya sedikit dipoles, dan dicat..
agar lebih indah..
dan takkan pernahku lalui jalan itu lagi..
yang semakin mempurukkanku..
di sisa-sisa perjalananku
—————————————————————–
untuk kenangan itu..
yang sangat sakit untuk di ingat..
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
January 23, 2007
Tentang tarian bunga jingga ditaman kecil
disamping tempatku menunduk menatap tanah
tentang senja yang sebentar lagi
dan masih tentang sepi
yang membuat hati hitam, berkerak dan kaku
tak lagi bisa merasakan riuh angin
yang menjadi kekuatan akan tarian bunga jingga
yang tersirat dari indahnya nyanyian syair
dan goresan tinta adalah ungkapan
terpantul dari cermin buram
tentang samar cahaya hati
yang menginginkan kupu-kupu emas itu
berhenti dan hinggap
dikuncup bunga jingga dan ikut menari
lalu angin menguat
saat berhembus kembali
bersama butir-butir pasir padang kasih
mengikis kerak hitam di hati yang selalu merasa sepi
—————————————————————–
GKB I - 3,5 Floor. 23 January 2007
10.13 WIB
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
January 5, 2007
Seperti menatap mentari
saat matamu memandangku
membakar hidupku
dan membuka anganku
untuk temukan aku dan diriku lagi
yang tercecer, hilang dan sempat tersesat
tak tahu..
dijalan mana melangkah
semua terasa cepat, begitu cepat..
mentari datang..
mentari pergi
seperti kosong, hampa, tak berarti..
tak punya arti..
hari-hari bisu tanpa harapan..
saat aku kembali
kepadamu..
kekelahiranku..
tak ada amarah, tak ada murka..
hanya seuntai kata..
"Nang, Dadio Uwong sing migunani, lan nduwe arti.. Nggo pangeranmu, Uripmu, Aku lan Ramamu…"
Sungguh..
betapa lautan itu masih biru
luas, lapang, tanpa batas..
tak mengering, meski terik..
tak bergelombang, meski badai..
tak berubah warna, meski semua noda ditumpahkan…
inginku tetap disini..
duduk dan memandang luas samudraku..
yang masih saja biru..
masih sebiru damainya..
hingga mentaripun tak membuatnya lembayung..
namun, ada suatu masa dimana aku harus berada disana..
dan aku bisa tersenyum..
untuk tempat kembali biruku..
——————————————–
dedicated to someone called Mom
——————————————–
Dec 22th, 2006
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 28, 2006
Tentang cerita itu,
sudahlah..
lupakan..
biarkan aku berbaring
sejenak..
berikan mendung itu
beserta tetes airnya
membuatku bersatu dengan coklat tanah
biarkan angin membelaiku..
sejenak..
berikan juga aroma cemara itu
beserta wangi kambojanya
dekatkan aku pada kafanku
sudahlah…
berikan juga sedikit cahaya itu
sedikit saja
lewatkan celah mendungnya
jangan semuanya..
sedikit saja..
sudahlah..
biarkan aku berbaring
sekejap saja..
biarkan..
ditanah ini..
sudahlah..
biarkan aku berbaring..
—————————————
Plankplunk internet&cafe, PC-01
02.11 WIB
dedicated to 2006
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 20, 2006
hanya ingin mengerti
betapa diri begitu ingin
lupakan sebuah cerita
yang
terekam dalam impuls disudut masa
hanya coba berlari
tuk benahi hati
juga hari
yang
sempat tercecer saat terseok
mencari sepotong keyakinan akan jiwa yang rapuh
hanya bicara
namun tak jua berbuat
saat kerinduan tiba
selalu tepiskan galau yang datang dikesepianku
hanya ingin percaya
namun tak menyerah pada takdir
yang
hanya menyisakan sedikit waktuku..
——————————————
sebuah sms yang tak aku tahu siapa dia..
thanks +628180767XXX
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 11, 2006
semendung langit..tertetes seperti hujan..mengurai awan yang sebentar lagi hilang..terdiam kenari disangkar itu.. menyembunyikan paruhnya di balik sayap yang tak hangat..tusukan dingin masih terasa disini..di batas gunung dan punggungnya..masih menengadah..merasakan tetesan-tetesan terakhir..kesejukan dari sebuah harapan…
———————————————
Sesaat sebelum Mandi..
Dec 09th, 2006.
17.43 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
December 4, 2006
sepertinya hampa..
ketika mulaiku
berjalan..
lalu kenapa salju terlambat turun?
dan aku rindu badainya
yang,
terbiasa hempaskanku..
tentang lubang-lubang beruang disana..
menawarkan kehangatan..
namun masih terlalu panas buatku.
alunan merdu angin senja
berbisik..
membawa rajutan lembayung mentari tua
dan bias-bias dedaunan dijalanan
yang telah cadas..
lalu kenapa salju terlambat turun?
meredakan panas, membasuh peluh
dan memutihkan puncak-puncak
membentuk kerucut cemara
dan menidurkan nyawa.
musang-musang masih berkeliaran,
dan badai musim dingin
belum membuatnya pergi keliangnya..
berharap sesuatu bisa menahannya
dari keserakahan..
lalu kenapa salju belum juga turun?!
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
November 27, 2006
hanya memandang keyboard, yang saatnya diganti..huh.. binun ma nulis apaan..
kemaren dulu, pas mau balik ke Malang dari luar kota, naik bis yang penuh sesak dan berhimpitan.. buat nafas aja susah. aku duduk dibelakang, paling belakang.. deket pintu (dengan kaki terinjak-injak). disebelahku ada ibu ma putri’na (cantik euy!) wakakakakaka.. yang sangat kegerahan, padahal waktu itu jam 7 malam..
aku dengan fileng yang kosong, campur sebel, capek, gerah, coba tuk tidur.. tapi ga bisa.. semakin lama.. pas nglewatin sawah2 geto.. (yang penuh ma tanaman jagung).. bulan baru aja terbit.. tanggal 16 bulan Syawal.. terlintas difikiranku akan beberapa rangkai kata-kata..
"aku termenung diatas mesin tua yang membawaku.. kembali pada kesibukan dan …………." aku lupa.. aku tulis (dengan susah payah) pada sehelai kertas.. dan aku kehilangannya.. sungguh telah hilang..
hanya sebuah tulisan tentang deru mesin tua, teriakan kenek ma kondektur, percakapan rakyat jelata dan tentang bau keringat dan aroma Bis ekonomi yang sangat khas.. tentang jalan dan bunga jagung.. tentang rumah-rumah dan bayangannya… semua seperti biasa aja.. yang jelas bukan tentang gelap dan hitam…tapi aku sangat merasa kehilangan..jujur, aku jarang banget bikin essay kayak gitu.. dan semuanya hilang.. entah keinjek, entah mabur kemana, entah aku tukar ma karcis, entahlah..
sejak saat itu.. aku seperti kehilangan semangat..
apalagi jarang ngumpul ma temen2.. yang kadang aku suka mendengar ceritanya.. lalu aku buat gelap dan hitam lagey!!!
terus abis itu sering sakit karena banyak fikiran.. biasalah masalah hidup.. I’m growin’ old..
thank’s buat hati yang selalu ada buat aku.. walau hanya lewat sms (halah)!! sok sweet!!
and I’m trying to write..
again.
Muse-Sunburn, Limbizkit-Creamer (radio is dead), Linkin’ Park-My december, ALkaline Trio-Mercy me…
1 Comment |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
November 22, 2006
Lalu kenapa kau masih bertanya..
"kemana kau 7 bulan ini..?"
bukankah kau lihat telah kering mawar ini? Aku menggenggamnya selama itu..Durinya menyatu dan tersirami darahku.Aku hanya tersesat dan hilang arah..
Saat membawanya.. dan menujumu..
Aku hilang dipersimpangan itu. Menoleh pada Merak ungu yang menari untukku. Tanpa kuketahui tersembunyi Singa Sahara kelaparan.. dibalik indahnya namun dia tak memangsaku. hanya menaruhku di kegelapan guanya dan setetes demi setetes meminum darahku.
Aku ingin melawan, namun jujur.. aku sendiri menikmatinya. setiap dia menancapkan satu taringnya.. dia memintanya dulu, dengan tersenyum..
lalu mawar itu, menjelma dan hadir dalam mimpi, menyadarkan aku atas apa yang terjadi.. singa itu hanya memanfaatkanku.. membunuhku perlahan dalam buaian nikmat semu, yang dia ciptakan dalam hidupku..
Lalu terfikirku untuk berlari, mencari celah dalam gua.. dan meninggalkannya.. tapi tak aku lakukan.. karena dia akan mengejarku.. yang aku lakukan adalah melawannya.. dengan separuh darah yang masih tersisa.. dengan semangat yang tinggal sepertiga.. dan dengan mawar itu..
Dan aku mengalahkannya..
sesampainya diluar..
semuanya hanya hitam.. dinding berlumut.. dan mataku rabun.. aku didasar jurang.. tak ada jalan.. dan Sang singa berdiri diujung sana dan tertawa..
"kemarilah.. Aku telah mengikatmu.. Kembalilah!"
Tanpa Rasa aku kembali.. menyerahkan diri.. "Ini.. miliki aku, bunuhlah aku.. kamu yang menang.."
dan akupun kembali. keliang itu..
sekian lama rasa ini mati.. tanpa harapan.. tanpa asa.. namun ada yang masih bersamaku.. mawar itu, hanya mawar itu.. aku dan mawar itu.. berdua.. berjuang.. dan menunjukkan pada sang singa yang akhirnya mengerti dan melepaskanku.. meski dengan air mata palsu yang susah payah dia keluarkan..
untuk kepergianku..
dan aku berlari.. terjatuh.. namun masih berlari..
mencoba secepatnya pergi dari semua ini..
sampai disini.. dimana aku menemukanmu.. dimana kau menungguku tanpa tahu atas apa yang terjadi denganku.. betapa aku tak percaya..
selama itu kau disini?
hanya untuk setangkai mawar.. yang kini telah kering..? dan kau masih menerimanya?
Tahukah kau? Semua ini ga adil buatmu, dan terlalu beruntung buatku..
kau adalah peri salju, putih tanpa noda.. dan aku hanyalah sisa.. dari kebuasan singa.. tubuhku penuh luka.. busuk oleh nanah dan cairan kuning yang ikut keluar..
tidak takutkah kau akan noda yang melekat pada hati dan tubuhku?
lalu kenapa kau masih menyobek selendangmu untuk lukaku?
dan dengan tersenyum kau berkata "kemarilah..Perjalanan itu mendewasakanmu bukan? pegang tangan ini, bawa aku berjalan bersamamu.. dan biarkan luka itu sembuh bersamaku..biarkan mentari yang mengeringkannya, hujan membasuhnya, dan aku yang akan merawatnya.."
6 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
November 15, 2006
lalu akupun terbang..
bersama sayap mungilku..
yang telah tumbuh..
disampingku ada merpati perak berekor kipas
tersenyum saat menoleh dan menyalipku..
awan itu telah dekat..
katanya…
dibaliknya ada jawaban atas mimpimu semalam…
suatu masa..
bersama waktu..
sayapmu akan sempurna
dan ekormu akan menjuntai
dan setiap hempasannya
seperti badai musim dingin..
dan dirimu akan menyalipku kembali..
lalu dia semakin menjauh..
ekornya bagaikan bulan separuh yang berpendar
sama seperti mimpiku
tentang bulan berpendar diatas awan..
————————————————–
tentang angan, sebentar lagi…
2 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by reandre
November 8, 2006
aku terhempas..
di pinggir badai musim dingin
semua luruh..
mengambang di batas impian dan harapan
dulu,
aku masih terbang ke rembulan
yang selalu tersenyum buatku
sebelum badai itu..
mengoyak dan melukai asaku
tak ada sisa
sayap sayap patahku tergerai
teronggok di antara puing-puing hati
aku bertanya pada kesepian itu
kenapa badai begitu kejam merenggut separuh jiwa?
tanpa bosan ku menanti
saat kuncup sayapku tumbuh bersama wangi musim semi
meski lama
kuyakin rembulanku sabar menunggu
yang semakin jauh di barat cakrawala
dengan sehelai sayapku terbang
tertatih,
terhempas,
akan sisa badai kelabu
akankah lagi ku gapai?
rembulanku disana?
dengan
sehelai sayap ini?
disudut badai aku termenung..
menatap separuh nyawa bersama hadirnya musim semi yang anggun
————————————
Untuk Diriku..
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
November 5, 2006
Malam..
Berharapku peri-peri mungil itu merendah..
menukik dan menghampiriku
‘kan ku belai cahaya itu
pelangi yang sangat ingin kumiliki..
Sejenak..
‘tuk menyibak duri-duri disepanjang jalanku
dan aku masih ingin berjalan.
Malam..
Jangan menghiburku dengan mentari yang akan lahir..
Jangan hanya memberiku fajar dari dua bintang..
cahaya itu ‘tak selalu cerah..
Kadang awan menutupinya..
Kadang angin mengaburkannya..
Aku ingin dua kunang-kunang itu..
Malam..
Pekatmu tak membelengguku..
Dinginmu tak menjeratmu..
Aku tetap akan berjalan..
Tanah lapang itu t’lah terlihat..
——————————————-
H+3, Lebaran 2006.
02.33 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
October 14, 2006
Sepertinya samar, namun tak memudar. sepenggal naskah tentang roman waktu yang selalu berakhir dengan darah dan air mata. kemana jeritan itu? lelahkah dengan tebing-tebing cadas yang selalu menghempasnya? lalu kembali kedasar jurang hitam nan kelam.. dan terasa semakin samar.
Tentang cahaya lilin yang mulai meredup. akan hembusan angin berbalik saat asa dan harapan mulai dirajut kembali. menjadi sebentang permadani terbang yang sangat indah nan berjuntai.. memadu warna indah seperti pelangi. namun angin masih saja berbalik. dan tak sudi berhembus untuk menerbangkannya melewati tebing yang cadas.
tetaplah samar.. Tetaplah hitam. Karena tebing yang tinggi tak akan pernah berhenti didaki sampai tebing itu.. tak lagi cadas… tak lagi samar..
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
October 11, 2006
Dan..
Aku punya sebentuk hati berjelaga dan jiwa yang hitam. Bersimpuh dikerasnya karang yang memudar karenaku, teriakan dan pijakanku. Menangis dan memandang luas tanpa asa. Menunggu datangnya gelombang yang mampu tenggelamkanku jauh didasar biru samudra.
Tak tertemukan..
Tak tertembus..
Oleh ujung cahayaMu yang sangat kuimpikan. Kemana untaian mutiara itu? yang dulu aku rajut untuk mentasbihkan namaMu. disetiap Senja, disetiap Fajar. inginku kembali bersimpuh. menadahkan tangan pada tetesan embunMu dan membasuh jelaga hati dan jiwa.
———————————
Nuzulul Qur’an, Ramadhan 2006
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
October 2, 2006
Lalu..
tentang ranting patah terjuntai
jatuh enggan namun telah terbuang.
hanya angin yang mengejeknya
menggoyang dan menarik-narik
sampai kapan dan dimana sang ranting mampu bertahan.
dan tentang pujian yang terlontar saat sang ranting penuh dengan buah dan bunga.
kenapa berganti dengan erangan gergaji saat sang ranting mulai tua dan rapuh.
seperti kanker yang harus dibuang?
dan apakah sang ranting yang telah larut dimakan waktu akan terus merasa tersisih dan terbuang?
dan kenapa sang ranting masih selalu mengingat akan buah dan bunga yang telah direnggut darinya?
lalu..
kenapa aku masih menanyakannya?
—————————————–
untuk senja..
yang segera datang..
No Comments » |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
September 30, 2006
Saat jalan mulai kelam..
dan kaki mulai salah melangkah..
tentang cahaya yang tak kujung datang..
dan tentang dosa yang terus kuperbuat..
kenapa..?
dan aku bertanya pada siapa?
kadang aku merasa.. Kau menjagaku dengan sangat..
Tentang niat hitam.. tentang bisikan itu…
Namun..
Kenapa aku tak MendekatiMu..
Memeluk dan Bersimpuh..
lalu dengan tenang melangkah pergi untuk berdosa..
kenapa aku selalu berfikir bahwa Kau maha Pengampun..!!!
yang selalu mau mendengar keluh-kesah dan bersedia menerima tobat?
lalu bagaimana dengan hati yang terus berdosa dan terus bertobat?
adakah penghapusan Dosa?!
lalu dengan semua apa yang telah ada padaku..
semua apa yang telah kau berikan..
belumkah cukup itu semua
untuk membuatku..
Berjalan di jalanMu..?
No Comments » |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
September 25, 2006
Sineksa tinekaning byar padang gumintang
Lelarut denig cahya surya kang Murbeng sakjeroning jagat
Hyang Gusti kang siji
Nalikaning Ripta, tinemu rasa lan Karsa
Dhup sinarak nguyak-nguyak brabaking Agni
nular tinular lan wuthah ing pawoning siti
lelampahing ilat kang abang jinggrang
muksaning kayu lan watu
lebur dening bayu
blas ilang padang
kaya jabang kang sumurup
tanpa lepat lan salah..
———————————-
kamarku, Awal Ramadhan, 2006
02.34 WIB
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 25, 2006
jiwa sepi
jiwa sendiri
mengambang
melayang lepas diangkasa hitam
tanpa batas
perlahan
bulan separuh menatap
menghampiri
merengkuh
memuja
sampai purnama
menikmati cahayanya
sendiri?
diruang ini
melepas purnama pergi
namun merasa
mendapati
masih membelai
cahaya itu
sama
seperti pendamba lain
yang menanti dan menunggu
cahaya dan belai itu
disetiap saat
untk jiwa sepi
jiwa yang sendiri
—————————–
Notes di HPku.
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 21, 2006
terluah..
setiap teriakan dan jeritan
membentang seluas padang membentuk asa
semakin hijau dan sejuk
sepoi bayu membawa wangi cemara
terserak, menjuntai dan luruh seiring irama merdu kenari
tersentak..
segaris sinar mentari menyengat
menyadarkan dari celah dedaunan
tatapan pemberi sayap
untuk terbang dan kembali
ke kehidupan
ke alam nyata
setelah sekian masa terpuruk, tenggelam dan tertatih
dalam asing dan samar
di alam maya
di kegelapan
saatnya kembali
merajut mimpi bersama tumbuh kuncup sayap
menyambut pagi dan senja
ditempat biasa
seperti sediakala
tak perlu lari
tak perlu pergi
dan tak perlu mati
hanya gelinding roda
berjalan diruang hidup
terus bergelinding, terus berjalan
tak pernah berhenti
hanya fluktuasi masa
seperti mengalun bersama tirta
kadang tenang, kadang beriak,
dan itulah takdir…
————————————————
Pine forest, unknown place. Sept 17th, 2006.
14.19 WITA
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 19, 2006
mengapung
hanya setitik lilin di padang luas nan datar
tenang
tanpa gelombang
hanya riak kecil menelusup
mencoba menggoyang biduk kecilku
aku ingin gaduh
kemana keramaian?
akan teriakan dan kematian
disaat jiwa lepas
menuju cahaya
berjuta cahaya
disana..
bulan separuh menatapku..
kenapa?!
aku ingin badai..!!
kemana petir itu?!
tentang tenggelam dan karam
akan gelombang
bulan separuh masih menatapku
semua diam
dan menatapku
tatapan tentang senyuman
tatapan tentang pengampunan
akupun
diam..
dan kembali keselimut hitamku..
————————————-
On the Sea, Near Kangean Island. Sept 12 th, 2006.
I’m blind @ nite
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 19, 2006
bunga
jika layu telah datang
adakah rasa itu tersisa?
ataukah
akan luruh jatuh dan membusuk
bersama kering rantaimu?
bunga
akankah datang masa itu
saat purnama tak lagi tertutup mendung dan gerhana?
saat bulir-bulir cahaya menjadi batas antara bumi dan langit?
bunga
akankah terus mewangi
karena cinta terbatas
atau sayang yang maha luas?
ataukah
langsung tertunduk karena benci dan airmata?
bunga
dekati mentari
tatap dan biarkan senyumnya
menghapus tetes-tetes airmata itu
bukankah mahkotamu abadi jika dipucuk gunung?
bunga
samudra tak pernah kering
hanya bergelombang
selama angin masih masih berhembus
akan ada yang mengirim hujan untuk kesejukanmu
dan itu bukan aku
bunga..
—————————
untuk setangkai Edelweis di kamarku.
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 19, 2006
sepi..
seperti sendiri ditengah hingar
terdiam seperti karang
namun tak tegar dihantam gelombang
begitu rapuh
begitu rentan
untuk jatuh dan meratap
saat punggung-punggung langit memendar
menebar hitam akan mendung
seperti jiwa lepas
bebas
mengembara menembus batas
antara hitam dan putih
antara gelap dan terang
ditempat jauh tak tergapai
merasakan
mencumbu
kesendirian dalam gelap dan hitamku
inginku terbang
meluahkan rasa
seperti angin menaikkan awan
keatas
menghilang, lenyap dan tanpa sisa
inginku hujan
membasuh hati berjelaga
tercuci dan berpendar
bak mutiara ditangan bidadari mungil yang telah terbunuh
inginku badai
hancurkan
ratakan
menghilang dan tanpa sisa
untuk aku dan diriku
namun
masih sepi
dan sendiri dalam gelap dan hitamku
aku
enggan berdiri
tak mengulur tangan
pada hingar disekitar
pada angin berhembus
pada hujan membasuh
inginku pergi
merasakan sepi
dan sendiri dalam gelap dan hitamku
————————-
@ Lovina Beach. Sept 4th, 2006
07.42 WITA
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
September 19, 2006
sungguh,,
hati itu masih terbuka,,
dan akan selalu terbuka,,
sejak dulu hingga nanti..
hanya saja ada berbeda,,
tak lagi seperti dulu..
tirai yang dahulu menyelubunginya
telah tersingkap..
dia biarkan sang hati melihat, mendengar, merasakan..
betapa sang hati hanyalah segumpal darah yang mudah terpengaruh..
dia biarkan sang hati melaksanakan apa yang diyakininya..
betapa hidup merupakan pilihan..
dia biarkan sang angin berbisik perlahan..
betapa dirimu takkan pernah sendirian..
dia biarkan sang hati berkelana di kelamnya malam..
betapa kini sang hati menemukan tambatannya..
seseorang telah berusaha mengobati sayapnya..
seseorang telah berusaha menempatkan kembali sayap sang hati..
seseorang telah berusaha mengembalikan izzahnya..
seseorang tealh berusaha untuk sang hati..
walaupun sayap itu kini ta lagi seperti dulu,,
ia terpasang tidak sempurna..
——————————-
..suitHome..
august 2006
——————————–
by : deeujungtanduk@yahoo.co.id
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 31, 2006
Bintang tersenyum di balik mendung
Bunga tersipu ragu akan madu
Ada ksatria tertatih di tengah badai
Malam makin gagah memekat
Aku resah dan tak ingin pulang
Biar ku seperti hujan
Aku ingin setenang rimba
Aku mau merdu bagai lagu
Dan demi matahari
Aku harus segera hidup
—————————–
by : Perempuan dalam telfonku semalam..
- rewriten -
@ Early Morning, August 31, 2006
02.23 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 29, 2006
Hitam..
Kelam..
Berkabut dan sepi..
Sendiri..
Berlari..
Namun tak ingin mati..
Kemana..
Membawa..
Beban ini..
Hanya dinding..
Keras..
dan Tuli..
Ingin Pergi..
Ke batas dunia..
sendiri..
dan menyepi..
berharap semua berubah..
saat kembali..
seandainya bisa..
kembali..
——————————-
@ Plank-Plunk internet & Cafe, August 30th, 2006.
PC 14, 02.36 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 25, 2006
Mentari pagi tadi memberikan jawaban atas pertanyaanku semalam, menjelaskan, memberi jalan untukku kembali keasalku.. kedahuluku.. karena hidup selalu berputar. pagi akan kembali ke pagi setelah melewati siang dan malam..
Kini aku kembali.. seperti merasakan kehidupan yang sebenarnya. setelah tersesat karena gelap dan kehilangan semuanya. Yah.. semuanya…
Tentang beberapa hati, yang selalu bercerita dan membuatku mengerti bahwa.. mereka memiliki dan menjagaku dengan sangat.. menarikku dari kegelapan yang membuatku hilang arah.. yang telah membuka mata butaku dan telingaku yang tuli.. memberi suara untuk mengatakan tidak pada kebohongan disekitarku. memberiku kekuatan untuk menghentikan ketidak benaran ini.. untuk selamanya..
untuk Parade senja.. dimana mentari mati dan hidup lagi.. untuk semua hati yang bersamaku 10 hari ini.. hati yang mengungkap semua tirai yang menyelubungiku.. hati yang selalu mencoba menghiburku.. dan hati yang selalu ada buatku..
Terimakasih atas semuanya..
Sekarang…
Hanya penyesalan yang masih memenjarakan senyum ini di lubuknya.. waktu masih mencari kuncinya dan aku merasakan dia telah berlari kembali padaku..
@–>> Under the Sun, Marlboro 18, 3rd floor. August 22nd, 2006
07.03 WIB
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 22, 2006
waktu berjalan.. seperti langit yang tak selalu tampak biru..seperti awan yang selalu berubah.. seperti masa ini.. seperti detik ini.. dimana aku merasakan semua bergerak dan berhamburan.. hancur dan berkeping.. terserak rata dan ternoda.. seperti diriku.. yang akan hancur dan dan hilang..
sebentar lagi..
lelah akan semua jalan yang aku lalui.. lelah akan kerikil yang terus menusukku.. lelah akan batang mawar yang aku genggam..
saat dunia dan mataku menghitam, karena amarah dan airmata.. saat itu aku hilang.. menghilang dan musnah.. tanpa bekas..bersama sisa asa dan cita..
jasad dan raga masih ada, masih berjalan.. masih bergerak.. namun tak mampu berfikir dan tanpa arah.. jiwa yang pergi, jiwa yang mati.. akan sebuah perjalanan yang sangat tandus, sangat terjal, sangat cadas dan berdarah..
kemarin cahaya itu masih ada.. terus memendar dan cerah.. semakin cerah karena hati menambah pijarnya.. tapi kini meredup dan hampir mati.. bukan karena angin, bukan karena hujan.. karena cahaya itu tak lagi ingin menyinariku..
dia meredup karena ingin meredup, dia mati karena ingin mati.. dia hanya ingin aku membawanya.. dan aku tak tau kenapa aku membawanya.. sebuah kekonyolan atau kebodohan..??!! hal yang kusebut cahaya itu memaksa aku membawanya.. aku hanya kurir.. dan dia memang membantuku menerangi jalan berbatuku.. sepantasnya aku berterimakasih.. namun apa yang sudah dilakukannya setelah hampir sampai pada tempat yang ditujunya.. dimana cahaya itu mendapat keabadian disitu..
sebuah cara yang sangat pedih untuk sebuah ucapan terima kasih..
@–>> Plank-Plunk Internet & Cafe, August 22th, 2006.
PC 13th, 13.21 WIB
1 Comment |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
August 13, 2006
Perlahan.. Lembayung senja memudar menghitam disana. Perubahan masa tertatap dari tempatku duduk terbelai angin buritan. Termenungku di anjungan kapalku. Arungi samudra maya..
Dan tentang hidup dan beberapa cinta yang tak beriku waktu untuk membuang sauh, walau sejenak.
Melepas penat dan ngilu ragaku. Lelah akan kemudi untuk mencari celah ditepi gelombang. Menjaga kapalku tak karam. menetapkan akan tujuan diseberang sana yang tertutup kabut. tanpa petunjuk, hanya bintang setia temaniku. Hanya mentari petunjukku, dan hanya rembulan yang mengikutiku.
Riak kecil menampar lambung mengajakku berbelok. Mengatakan bahwa angin mulai berubah arah. bergegasku sesuaikan layar, dan memulai perenunganku selanjutnya…
@–>> Nite in front Of my Door, August 2nd 2006.
03.13 WIB
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 9, 2006
Terhanyut..
dalam biru tirta bergelombang.
mengapung bersandar.
pada nafas bayu yang tak tentu.
tak kunjung usai.
dalam asing dan samar.
tergolek terambing.
memandang dari dua sisi dunia.
selalu sepasang dan berpasangan.
seiring seirama.
seperti siang dan malam.
selalu ada keindahan diantaranya.
saat kabut tersibak.
kenapa ada senyum pertemuan dan tangis perpisahan?
lautan tak pernah tenang.
namun cakrawala selalu lurus tak bersudut.
lalu tentang batas impian dan harapan?
saat pungguk bernyanyi.
lalu mendung dan hujan.
kemana rembulan itu?
seperti kuncup bunga taman saat dingin menghilang.
lalu angin utara menerjangnya.
kemana bunga dan wangi musim semi?
ditempat impian dirajut dan harapan disusun.
pertanyaan dijawab.
dan pada kenyataanlah pertanyaan diajukan.
tentang jalan bercabang.
saat yang salah untuk memilih.
karena pilihan adalah pasti.
tersakiti atau menyakiti.
lalu kenapa masih ada bingung dan airmata?
dunia terlalu sederhana.
hanya dua sisi..
@–>> under Pandoras tree, August 3rd, 2006
17.04
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 3, 2006
Malam, tentang hitam yang kudera. tentang cinta yang telah tumbuh dan bersemi. mulai berayun dalam buai anginmu.
kenapa selalu ada celah buatmu menghukumku?
kenapa selalu ada salah disaat aku menegurmu?
kalau memang malam membuat kelam tanpa bintang, tak ada gunanya kunyalakan api di perapianku.
kenapa malam selalu menindihku dalam gelapnya?
semudah itu rasa ini dipermainkan?
semua telah aku lakukan untuk melihat bintang. tak sabar kutunggu ,mentari itu..
kemana angin malam ini? sejak kemarin dia pergi. tak peduli akanku yang terus menunggunya.
memang, dia mengitari sisi dunia lain, yang tak bisa aku mengerti. inginku berteriak memanggilnya.. mengingatkan bahwaku kegerahan tanpa belainya.
tapi,
dia kembali sepeti puting beliung..
tanpa sempat ku bertanya..
kenapa..
@–>> Kamarku, July 30th 2006.
02.43 wib
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
August 3, 2006
Sesaat sebelum mentari mati, dan tinggalkanku selamanya. Dimana tak kuasa aku menunggunya besok pagi. Dan melihatnya tenggelam di cakrawala.
Terpikir betapa hitamnya aku. Sekarang, dan sampai nanti.. sampai matiku. Tak bisa lagi kusapa mentari. Karena aku tak pantas menyapanya. Dan dia sudah berpaling dariku. Cahayanya, tak lagi membelaiku. Senyumnya.. tak lagi untukku.
Saat dia berpamitan pada duniapun, aku hanyalah bayangan tanpa ujud yang tak terlihat olehnya..
Sebuah kesalahan (mungkin) atau sebuah pembuktian..
Sebuah janji, sebuah pegangan dan prinsip..
Telah aku ingkari dan menyulut murkanya…
Aku begitu malu.. pada lagu yang biasa aku nyanyikan, pada nada yang biasa aku mainkan..
Inginku berlari.. keatap dunia untuk lebih dekat dengannya. Menikmati setiap inci tubuhku yang dibakarnya. Untuk mencerminkan betapa hitamnya aku dan hatiku..
Ini bukan cinta, ini bukan hidup..
Hati sebuah hati kecil yang menangis akan sebuah penyesalan..
Kini.. mentariku pergi.. dan belum saatnya dia kembali padaku..
Untukku..
Belum cukup siksa dan lara yang kupanggul..
Akankah setiaku tunggu pagi esok dan lusa?
Akankah teruas kusapa dia untuk sebuah kata maaf dan pengampunan..??
Akan gelap dan hitamku..
@–>> Marlboro 18 B, 3rd floor. July 17th 2006
sesaat sebelum gelap
No Comments » |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
July 27, 2006
Seperti aku
selalu ingin terbang
bebas menggapai bintang
tanpa berkaca
bahwa sayapku tlah patah
dan ku ingin
seperti angin
mengembara kesemua arah
kadang lembut
kadang menerjang
lihatlah..!!
seperti aku
tak berdaya
hanya memandang bintang disana
dengan cinta
bintang itu akan kugapai
benarkah..??!!
cobalah..
seperti aku
@–>> terselip dibuku tulisku gitu aja
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
July 27, 2006
Menantang Surya
jatuh dan kelam
menghimpit siksa
waktu yang berlari
menempatkan…
di coretan hitam
TERKUTUK…!!!
melihat tulisan tanpa arah
di prasasti yang dibangun
dalam benteng tak tersentuh
hancur dan berhamburan
penuhi ruang hati penyesal
akan pemberian tulus tak ternilai
tertegun..
menatap, melihat, dan merasakan..
kehilangan..
sengaja menghilangkan
sungguh menghilangkan
rasa yang ingin memaki
ingin berteriak
ditepi jurang hitam tanpa batas
tak ingin mendengar gaung dan gemanya
sampai patahnya pita melodi
dan tak mampu bersuara, tak mampu berkata, tak mampu bercerita
dan membiarkan semuanya tenggelam
dalam hitam yang tak pernah terpahami
@–> Marlboro 18, July 17th, 2006
14.37 WIB
1 Comment |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
July 27, 2006
Langkahku membawa kembali ke ingatan masa lalu.. masa kecilku. menuju hamparan pasir dan batu disepanjang sungai yang masih bening.. seperti dulu..
saat aku masih berlari membawa kapal kertas, saat aku masih suka kelilipen pasir.. disela bebatuan dan pohon duri yang hijau, sebatang pohon awar-awar semakin tinggi dan rimbun disana.. ditempat my LUvly Mom bercerita tentang popok Wewe Gombel yang suka menculik anak dan diselipkan di bawah ketiakna. yang begitu membuatku takut..
Pohon itu semakin tinggi dan besar.. tak seperti hatiku yang masih tetap kerdil..
seperti masih kemarin..
saat aku duduk dipematang, atau menelusup di bawah semak berduri dengan segulung benang layang-layang, bersembunyi dari my LUvly Mom yang tanpa jemu berteriak dan mencariku.. menyuruhku melakukan hal yang paling aku benci..
mandi dan tidur siang..
langkah ini seperti kerdil.. seperti dulu yang selalu menyusuri pinggiran kali. becek melintas tanah endapan yang subur dengan segala bibit tanaman.. terlihat beberapa pohon cherry yang masih bayi yang dulu menempati urutan teratas target pencarian (alah), kutandai.. seperti dulu dengan simbol dari batu dengan tanda khusus, tandaku.. ini punyaku.. lalu dengan muka gosong akan terik mentari, aku berteriak dihalaman..
""aku dapat 5 Cherry dan 1 bunga songgolangit disana"" tanpa peduli akan ekspresi orang rumah..semakin banyak tanda disepanjang sungai atas namaku, semakin besar rasaku sebagai pemenang..
lalu tentang lubuk-lubuk dalam penuh ikan, dimana my LUvly Mom selalu mengingatkanku pada penunggunya yang selalu meminta tumbal, namun tetap saja aku masih berenang menaklukannya, tanpa pernah kapok akan banyaknya guratan cambuk dari ranting Serut yang mendarat dipunggungku, atau lingkaran gosong dipahaku. inginku kembali menyelam, berlomba dengan ikan, merogoh lubang-lubang udang ditebing meski harus tersupit kepiting, atau tergidik ngeri bila melihat belut, Gatheng, apalagi ular. huh…melata yang menjijikkan..saat penghujan yang selalu banjir dimana aku selalu berada di bantaran sambil menunggu durian yang ikut terhanyut dari hulu..berlomba dengan teman2ku hanya untuk sebuah durian yang sebenarnya ada dikebunku..
aku tersenyum..
dimana setiap pagi kekandang bebek hanya untuk menyembunyikan telurna buat sarapan sebelum berangkat sekolah..
aku.. dipasir ini, temapt kakiku tercelup digemericik air kali..ingat akan semuanya..
sebuah kenangan yang terlintas begitu saja..begitu cepat semuanya..begitu cepat mentari tenggelam..
selamat petang masa kecilku..selamat petang sungaiku…
No Comments » |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
June 21, 2006
Cerita senja
Dibalik tegap Pundak sang bumi
Memerah..
saat ujung mentari menyentuh batas malam
Laksana mawar untuk kekasih tercinta
Tak berduri, tak jua
Layu..
Seperti bunga keabadian dikening bidadari
Tak pernah mati harum itu
walau sesaat..
Cerita senja
Saat lembayung penuhi langit
Saat pipit kecil tersenyum
mengembang..
Harapan pulangnya sang bunda
dan hangatnya sayap itu dibalik malam
Menatap bintang di celah pelukan hangat.
Cerita senja
seperti darah dibekas kaki Ya’jud dan Ma’jud terkutuk.
Laksana si Belang dilautan rusa
Tak pernah kenyang
Hanya mencabik dan pergi
Cerita senja
Semerah mata Penangis
tak berhenti
Meratap
akan pilih kasihnya dunia
Akan kejamnya waktu dan pongahnya masa.
Cerita senja
Sperti misteri
Bergejolak dalam uraian detik
Di dunia yang sudah tua
Tak pernah berhenti.
Tak pernah mati
Cerita senja
Laksana awan di sudut angkasa
selalu berubah
Berbentuk kehendak pelukis langit
Latar angkasa yang selalu berganti, dan selalu berganti
meski mentari tetap sama.
Cerita senja
Tak kan pernah usai
Sampai senja itu
sendiri tak akan pernah lagi ada.
@–> Near Pandoras Tree, Jetak June 18th, 2006.
17.03
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 20, 2006
Cinta…
Jujur,
Aku bahagia banget. melihat dan larut dalam tawamu sepanjang hari. Dapat membuatmu tersenyum lepas tanpa beban. Bisa melepas tindihan hidup yang selalu membuatmu menangis dan ingin pergi. Hanya itu yang bisa aku lakukan. selalu coba ceriakan waktumu. biarlah badut ini yang selalu berceloteh dan bertingkah tanpa henti. aku tak pernah lelah. Tak ingin berhenti dan tak ingin mati. teruslah tersenyum. Demi hati yang selalu merindumu, hati yang selalu sayangimu, hati tempatmu bersandar, hati tempatmu menangis, hati tempatmu membuang sampah hidup. hati yang tak pernah kau sakiti. hati yang selalu merasa punya arti.
sebuah celah kehidupan telah terbuka dalam ruang hampa hidupku. seperti benih yang terus tersirami, aku tumbuh. Untukmu..
Hanya untukmu..
terus dan tetaplah bersinar. layaknya mentari pagi yang selalu kutunggu hadirnya..
2 Comments |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
June 18, 2006
Bisakah dikau tersenyum? seperti bayi mentari saat fajar. setiap pagi.. setiap aku buka mata ini. ceriakan hariku.. warnai waktuku.. aku menunggumu saat pagi. kukira kau akan datang.
datanglah…
penuhi rinduku. lepas dahagaku.
kenapa?
Hanya saat malam, hanya malam.. yang hadirkanmu. kenapa hanya kau temani aku melihat bintang? kenapa kau pelukku saat malam? saat gelap menerpa. saat kutak tau arah. buang cahaya itu. aku tak perlukannya. karena kaulah cahayaku, kaulah mataku, kaulah rasaku. hanya hadirmu. pegang tangan ini dan ajak aku pergi saat mentari ada. atau tinggallah disini saat mentari ada. akan aku tunjukkan sisi dunia yang lain saat aku bisa melihat arah. teruslah disini. genggam jiwa ini dan jangan pergi. kita akan melihat mentari dan bulan yang terlahir dan mati.. bersama..
bersama..
No Comments » |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
May 18, 2006
mentari baru saja pergi saat sepotong hati melamun dalam bayangan merah senja itu. mencoba menerka tentang kekhilafan yang mungkin dilakukannya. sepotong hati yang merintih akan hari2nya yang lelah dan menyakitkan. sepotong hati yang tak pernah dilepaskan oleh kesedihan dan kenestapaan dari cengkeramannya. sepotong hati yang merintih akan perlakuan dan sifat teman-temannya. sepotong hati yang selalu bingung akan tempat sandarannya. dan selalu tak bisa memilih satu diantara banyak pilihan karena takut menyakiti hati yang tak terpilih. dan memilih menyakiti hatinya sendiri.. sepotong hati yang selalu membuang setiap kesempatan dengan berharap kesempatan itu akan datang lagi..kini sepotong hati itu meratap tentang sandarannya yang telah roboh satu.. mengalah agar sepotong hati itu bersandar pada 2 sandaran lainnya. sepotong hati menatap. mencoba mengerti dan mencerna makna yang tersirat dari robohnya sandaran itu. dan berpaling pada sandaran kecil yang rapuh disisi lain. dan sandaran satunya yang belum pernah disandarinya. sepotong hati mencoba menegakkan sandaran hatinya yang telah roboh untuk mau terus disandarinya.. merengek dan memohon. namun sandaran hati itu hanya membisu.. entah sampai kapan..
sepotong hati yang tersadar tentang berharganya sandaran hati itu saat dia telah roboh.. alangkah bodohnya sepotong hati itu… alangkah nistanya hati itu.. membiarkan sandaran yang telah memberinya arti, yang telah mewarnai pagi dan malamnya, yang telah membalut luka-luka di setiap lubang nanahnya.. apa yang dia tunggu hanya untuk berkata "kaulah sandaran hatiku"? hingga saat dia roboh karena rapuh dimakan rayap sang waktu… lelah akan penantiannya pada sepotong hati yang selalu ragu..
2 Comments |
Other Side Of me |
Permalink
Posted by reandre
May 17, 2006
Rokok adalah bagian dalam kesendirianku, sumber inspirasi (terutama kalo digabung ma cappucino anget..) jadi aku adalah rokok, dan rokok adalah aku..
berapa kali (setiap telfon) my luvly Mom nglarang gue ngrokok, kan cuma tinggal bilang "ya" aja apa susahnya sih? so udah deh ceramahnya. kemaren Dean juga bilang geto.. Rokok aje, Berhenti dunk, pliss!!! -it’s me De..- ini abang lu De.. dan abang lu adalah perokok..
sebenarnya bukan perokok berat siy.. sehari loh paling banter 1 bungkus aje.. kecuali dulu, pas lagi sering dapet masalah ma mantan, bisa kayak pabrik gula..
sekarang yang jadi pertanyaanku..
kenapa siy ngrokok dilarang (ksian de JKT)…??? apa sih alasannya?? kesehatan? kanker? impotensi? alah… Bullshit banget…
emang siy rokok ada nikotinnya. zat kimia aktif dalam daun tembakau. bisa digunakan sebagai pestisida kontak dengan spektrum yang sangat luas. itu bagi hama tanaman.. bila digunakan sebagai pestisida yang mampu membunuh hama, prosentasenya akan ditingkatkan menjadi sekian persen (yang jelas lebih dari prosentase dalam rokok) dan itu masih aman bagi mamalia dan manusia..
entahlah… aku ga tau lagi gimana ngejelasin hal itu…
asal diketahui yah…
produsen daun tembakau adalah negara2 di daerah tropis yang semuanya adalah negara dunia ketiga.. Indonesia, salah satunya. apalagi tembakau asal temanggung yang mempunyai kualitas yang diakui dunia. harganya bisa ratusan ribu per kg kering.
ini hanyalah propaganda barat yang iri melihat potensi dari rokok..
mereka, tanah mereka tak ada satupun yang bisa ditanami tembakau, jadi mereka harus impor tembakau itu dari dunia ketiga. untuk membatasi kemampuan negara berkembang untuk terus maju, mereka melakukan berbagai macam cara untuk itu. salah satunya kampanye anti rokok. padahal rokok adalah salah satu komoditi terbaik yang dimiliki negara ini. berapa juta/miliar US$ pemasukan negara dari cukai tembakau dan rokok?
sekarang kita tanya? pernahkah mereka mengampanyekan anti minuman beralkohol? tidak!!! karena bahan baku Minuman keras itu bisa dicukupi oleh mereka. Anggur salah satunya. tau produsen terbesar anggur di dunia? lalu taukah produsen terbesar tembakau di dunia.. tepat!!!!
masalah ekonomi dan monopolilah yang melatar-belakangi gerakan anti rokok..
pernahkah anda mendengar tentang pengemudi yang kecelakaan karena merokok?
seberapa seringkah anda mendengar pengemudi yang kecelakaan karena pengaruh minuman beralkohol..
renungkan…
pikir kembali larangan merokok yang kamu deklarasikan buat orang2 disekitarmu.
BUAT DUNIA MEROKOK!!!
__________________gi gila nih___________________
4 Comments |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Aku sedang duduk menunggu saat itu. Saat gerombolan pemuda dan pemudi berjalan sambil berteriak dan berorasi, bernyanyi bersama tentang lagu-lagu aneh yang mereka beri nama lagu perjuangan mendobrak tirani.. bukan toxicity’nya SOD atau mocking bird’nya Eminem. Aku juga lebih suka menyanyikan remember’nya Adema atau Promisesnya Cranberries dan juga believe’nya Distuberd. Aku lebih suka ngedengerin Lonely word’nya Limbizkit atau place for my head’nya LP. Daripada lagu ga jelas yang terkesan melecehkan dan arogan. Apa sih yang mereka perjuangkan…?? Aku bertanya padamu wahai orang-orang yang menyebut diri mereka aktivis dengan sejuta demontrasi.
Apa yang kalian lakukan? Hanya menyibukkan diri dan diakui sebagi government control? Ato emang mau bikin lalu-lintas semrawut dan memberikan polisi pekerjaan yang emang kurang kerjaan? Apa yang kalian perjuangkan? Hak-hak rakyat? Menyuarakan masalah social, politik, hukum? Atau mencoba mengadili seseorang secara massal? Bohong!!!! Aku hanya menganggap kalian sebagai manusia kurang kerjaan yang tidak mau disamakan dengan orang lain yang suka begadang, dugem dan ngopi…. Orang-orang munafik yang sok peduli dengan masalah orang lain padahal diri kalian diragukan kualitasnya… aku hanya mengganggap kalian sebagai pecundang yang tak pernah menang melawan tirani… hanya berteriak dengan masalah tanpa mengikut sertakan bagaimana cara memecahkan masalah itu… kalian hanya ingin mengeruk keuntungan pribadi dengan mengorganisir manusia lain demi kepentinganmu… menjadikan dirimu pimpinan mereka, mengajukan masalah pada mereka dan mengajak mereka menyuarakannya. Dengan itu kau menakuti sasaran gerakanmu sapa lagi kalu bukan pemerintah, yang aku merasa kasian melihatnya… semakin banyak orang yang kau pimpin, semakin dekat kau dengan tujuan utamamu… mengincar satu kursi di parlemen atau satu meja di dinas pemerintahan yang telah kau takuti yang bisa membuatmu mendapatkan materi untuk dirimu dan keluargamu…
Yah.. itulah tujuannya. Aku mendapatkanmu wahai jiwa-jiwa arogan…
Pernahkan terfikir olehmu tentang si Fulan.. yang berjuang untuk kebebasan..
Terlintaskah difikiranmu bahwa lebih baik terkucilkan daripada hidup dalam kemunafikan?
Atau memang kau terobsesi dengannya namun tak bisa memahami konsepnya… pemahaman yang salah kaprah…
Dan sekarang tentang si Fulan.. yang hanya diam dan mencoba memberikan yang terbaik bagi rakyatnya… berjuang dengan kemampuan apa yang dimilikinya… menciptakan teknologi baru yang memudahkan rakyatnya… mencari bahan bakar baru yang murah ditengah melonjaknya harga minyak. Dengan itu rakyat tertolong daripada meminta harga minyak diturunkan… menemukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi rakyat daripada berharap pada orang lain untuk menolong rakyat…
Cobalah untuk mengabdikan ilmu yang diberikan oleh almamatermu untuk rakyat daripada hanya mengumbar suara yang ga pernah didengarkan… tahukah bahwa rakyat membencimu dengan apa yang telah kau lakukan?
Berfikirlah karena kalian kaum terpelajar, berkreasilah karena kalian kaum yang kreatif, temukan sesuatu karena kalian titisan Einstein. Berikan manusia sesuatu yang bisa memudahkan hidupnya… jangan hanya berteriak membuang energi yang percuma…
Berjuanglah kawan…
Demi kehidupan yang lebih baik…
Lawan tirani dengan kreasi…
Buatlah system untuk melawan system.. jangan mencoba mengubah system itu…
Bangunlah kawan… ubah pola perjuanganmu…
Demi orang-orang yang kamu pedulikan…
Demi orang-orang yang menaruh harapan pada pundakmu…
Demi kebebasan yang sebenarnya…
No Comments » |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Teman.. marilah merenung.. Tentang apa yang ada disekeliling kita.. Tentang jalan dan sungai, tentang bunga dan tamanmu.. Teman, apakah kau lihat saat jiwa-jiwa itu selalu menangis karena cinta dan harta? Tentang anak prematur yang mereka lahirkan akibat kesenangan sesaat? Tentang penginapan-penginapan yang menjadi pemuja sinkronisasi birahi… tahukah engkau teman? Dimanakah letak kesucian dan putihnya cinta? Akankah semua diukur hanya dalam hitungan menit dengan desahan nafas? Lihatlah..!!! bayi-bayi malang dalam kardus ditempat sampah… itukah bentuk pelarian? Itukah bentuk tanggung jawab? Atas semua yang telah dilakukan? Jiwa-jiwa yang mengaku sudah merasa dewasa dan siap melakukan apapun untuk menunjukkannya, namun menjadi pengecut saat cinta mulai memberikan hadiah. Jiwa-jiwa yang memilih lari daripada meminta maaf pada hati putih yang dibuangnya… rasakan kepengecutan itu teman… rasakan kemunafikan itu…
Pernahkah terfikir olehmu teman, tentang cinta yang kau rasakan? Tentang hati yang kau puja? Tentang taman yang kau sirami? Tentang bunga yang kau ciumi… lalu kenapa kau berusaha menhitamkan cinta itu? Kau hancurkan pujaanmu? Kau bakar tamanmu? Lalu kenapa kau petik bunga itu… biarkan dia tetap indah ditangkainya…
Kadang aku merenung sendiri.. tentang hati yang kusayangi.. tentang cinta yang ku puja..
Dan aku tersenyum…
Apapun yang kamu lakukan dengan cintamu… lakukanlah… bukannya aku ga setuju dengan freesex, sex before married atau apapun sejenisnya. tapi bukan pula aku mendukungnya… kita manusia dewasa yang bias menentuka apapun yang terbaimuntuk diri kita sendiari. pola hidup kita berbeda. Western yang vulgar, atau ketimuran yang ketat meski kadang kolot. Itulah diri kalian… tapi tolong… bertanggung jawablah dengan semua apa yang telah kalian lakukan… oke, sekarang emang banyak alat kontrasepsi yang beredar. Secara kasat mata memang menghalalkan freesex, tapi itulah pemerintah kita… terlalu lemah… namun saat semua telah terjadi dan cintamu mulai menunjukkan hasilnya… biarkan dia terus tumbuh… biarkan dia merasakan indahnya dunia ini… yang mulai hancur karena apa yang telah kita lakukan… berikan dia kesempatan untuk memanggil kalian ayah atau ibu… berikan dia kesempatan itu.. teman…
1 Comment |
Just my Voices |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Dan..
Diantara kata yang terucap
Tatap mata yang syahdu
Terpancar satu harapan
‘tuk bias memiliki
Saling menyatu
Diantara mimpi dan kenyataan
Tapi, makna sulit terungkap
Tabir begitu gelap
‘tuk bias tersibak dan tergulung
Dan..
Bila angan t’lah pergi
Tinggalkan hati terdampar
Keliang batas.. impian dan harapan
Begitu jauh
Tak tergapai
Lemah dan tak berdaya
Dan..
Hanya harapan-harapan baur
Tinggalkan asa yang kian pahit
Diantara derak-derak patah
Pohon kekecewaan
Dan..
Mentari senja yang hangus
Tercampak di pohon maya kehidupan
Ketika kapas-kapas hitam bergulung
Teteskan butir-butir tirta
Sejukkan jiwa yang keras membeku
Dan..
Diantara puing-puing hati
Terdapat secercah harapan
Bahwa, langit masih biru
Mentaripun bersinar lagi.. esok
Dan..
Diantara puing-puing hati yang luluh
Terpaut asa yang akan abadi
Selamanya…
@—>>SMUN 271, March 16th 2002
Re-edit Taman siswa 25 YK, July 3rd 2002
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Saat kutemui pagi
Disini..
Tempat aku bersandar pada sang bumi
Untuk sepenggal waktu
Lelah akan perjalananku..
Kucoba sapa sang mentari
Yang memang tersenyum untukku
Kurasa bayu mengelus anak rambutku
Seakan berkata..
“Lihatlah !! Dunia menyambutmu..”
memang, dan aku rasakan itu
tapi, setiap aku berjalan
pada lorong-lorong sempit dalam waktu
seperti sendiri…
dalam keheningan..
@—>>SMP Muhammadiyah 9, Gondanglegi
09.03
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Lagi…
Ku temui pagi di ujung jalanku
Sama, seperti kemarin dan dulu
Tiada tawa, tanpa canda
Hanya kuasa sang waktu
Memaksaku..
Lalui jalan yang tak ingin ku lalui
Jalanan becek penuh kaca
Jalanan cadas menanjak
Jalanan penuh luka
Setiap ku temui persimpangan
Setiap itu aku salah memilih
Tapi aku adalah aku
Manusia tegar penuh luka
Yang selalu berharap akan
Sebuah pilihan…
Tentang pagi bahagia
Tentang jalanan penuh bunga dan cemara
@—>>GKB I, 308. Oct 25th 2004.
09.11
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 15, 2006
Kadang..
Berlariku ke pantai
Meluruskan hidup
Seperti cakrawala disana..
Aku,
Tak berkata
Tak berteriak seperti dulu
Hanya tertegun..
Memandang gelombang
Yang…
Seakan mengusirku
Muak dengan air mataku
Tapi
Kini aku kesana
Dengan senyum
Melihat jalanku terbentang…
Dengan asa diujungnya
…
Kadang…
Mengenangku saat dulu
Dan aku tersenyum
@—>>Ruang di depan kamarku, May 9th 2004.
23.47
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre
May 14, 2006
Seonggok jiwa beku
Mencari..
Seutas belai yang mungkin bisa
Balut perih dan luka
Kemana..
Aku bertanya pada hembusan angin,
Pada awan kelabu,
PAda tetes gerimis,
September, sore itu..
Sebongkah sisa asa..
Menanti..
Keajaiban datang dan menghampiri
Bangkitkan asa yang pudar
akan pongahnya sang waktu
lagi.. kekecewaan menerpa
Hempaskan angan pada sisi gelap
Jurang kenyataan yang terdalam
Renjanaku terkoyak
asapun hilang.. harapan musanah..
Secercah jiwa beku
kini pergi..
Bawa asa yang telah pupus
Seiring waktu..
@—>> in Memory town, Sept d’Lastday 2003
16.12
No Comments » |
It's All About my Night.. |
Permalink
Posted by reandre